
BULELENG – Pemkab Buleleng melalui Dinas Pertanian (Distan) terus menggenjot vaksinasi Hewan Penyebar Rabies (HPR). Selain vaksinasi HPR yang sudah mencapai 30% hingga Bulan Maret 2023, upaya preventif penyebaran penyakit rabies melalui koordinasi, informasi dan edukasi (KIE), pembentukan perarem (peraturan adat), peraturan desa (Perdes) dan Tim Siaga Rabies (Tisara) juga terus dilakukan.
“Sesuai dengan arahan Pj. Bupati Buleleng, vaksinasi HPR di Kabupaten Buleleng hingga Maret 2023 sudah mencapai 30% dari 72.000 jumlah populasi anjing di Buleleng,” tandas Kadistan Buleleng, Made Sumiartha usai zoom meeting penanganan rabies dengan Kementan, Distan Bali dan AISAP, Kamis (9/3/2023).
Mantan Kabag Umum Setda Buleleng ini mengungkapkan selain menggenjot vaksinasi HPR upaya preventif seperti KIE, pembentukan Perdes, Prerarem dan Tisara melalui sinergitas bersama dengan Dinkes, Disbud, DPMD Buleleng dan lainnya termasuk pemerintahan desa dinas (Pemdes) dan desa adat juga terus dilakukan.
“KIE terus kita lakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penanggulangan penyakit rabies yang harus dilakukan secara bersama-sama dari hulu hingga ke hilir. Sampai saat ini pembentukan Perdes sudah , Perarem dan Tisara. Saat ini dari 129 desa seluruhnya sudah memiliki Perdes penanggulangan rabies, sementara Perarem hingga saat ini baru mencapai 33 dari 170 desa adat yang ada di Buleleng,” jelasnya.
Sesuai hasil zoom meeting, kata Sumiarta, pembentukan perarem yang terkendala proses paruman melibatkan krama dan kesibukan kegiatan adat, akan dituntaskan setelah Hari Suci Nyepi tahun 2023.
“Sementara Tisara, yang sudah terbentuk pada 129 desa, dan sesuai hasil zoom meeting dalam waktu dekat akan segera diberikan training of trainer (TOT) dari tim Kementan, Distan Provinsi Bali dan AISAPP,” terangnya.
Ia menambahkan, penanganan rabies secara sinergis masih terus dilakukan sesuai dengan SOP masing-masing. “Sampai dengan Maret 2023 prosentase vaksinasi sudah mencapai 30 %, jumlah kasus gigitan hewan penyebar rabies (GHPR) sebanyak 13 kasus, 9 diantaranya positif dan terhadap 7 HPR sudah dilakukan eliminasi. Astungkara, seluruh kasus GHPR sudah tertangani sesuai SOP sehingga tidak mengakibatkan korban jiwa,” pungkasnya. (kar,dha)








