
KARANGASEM – Jalan penghubung Desa Sukaluwih-Geriana Kauh yang terletak di Banjar Dinas Sukaluwih, Desa Amerta Bhuana, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem kembali putus. Guyuran hujan yang sangat deras sejak beberapa hari terakhir menjadi pemicu ambrolnya akses jalan perekonomian masyarakat di dua banjar tersebut.
Perbekel Desa Amarta Buana, I Wayan Seriasa mengatakan, jalan penghubung dua banjar di kaki Gunung Agung itu sudah lima kali ambrol. Namun kerusakan paling parah terjadi pada Jumat (20/1/2023). Tingginya intensitas hujan membuat jalan itu terputus.
“Dua hari yang lalu saat diguyur hujan deras jalan masih bisa dilewati kendaraan, tapi sekarang sudah bisa. Jalan terputus dan tidak bisa dilewati akibat kembali diguyur hujan semalam,” ungkap Wayan Seriasa, Minggu (22/1/2023).
Dikatakan, terputusnya akses jalan tersebut membuat warga yang hendak melakukan aktivitas harus mencari jalan alternatif lain. “Akses jalan ini sangat penting, bukan hanya untuk warga Banjar Sukaluwih dan Giriana, juga menjadi akses jalan satu-satunya warga Banjar Sebun dan Bukit Galah. Akses jalan ini merupakan jalan utama menuju pusat kota,” katanya.
Seriasa berharap, akses jalan yang terputus itu segera mendapat penanganan permanen dari Dinas PUPR Karangasem. Pasalnya kalah hanya dilakukan penimbunan dikhawatirkan jalan akan abrol lagi tergerus air hujan.
Terhadap permintaan warga itu, Kabid Bina Marga Dinas PUPR, I Wayan Surata Jaya, memastikan bahwa ruas jalan Sukaluwih-Geriana Kauh itu tidak bisa dilakukan perbaikan secara permanen tahun ini. Pasalnya anggaran pada APBD Induk 2023 sudah diplot pada program yang lainnya.
“Saat ini staf teknis masih melakukan assessment ke lokasi, rencananya kami akan tangani melalui pemeliharaan rutin tahun ini, dengan menggunakan box culvert nantinya,” pungkasnya. (wat,dha)








