
MANGUPURA – Melonjaknya pendapatan daerah Kabupaten Badung pada bulan-bulan terakhit di tahun 2022, menyebabkan Silpa (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran) menembus Rp1 triliun lebih.
Tingginya pendapatan tersebut dampak dari pelaksanaan KTT G20, serta semakin pulihnya pariwisata paksa menurunnya kasus Covid-19 secara global.
Sekretaris Daerah (Sekda) Badung I Wayan Adi Arnawa, mengungkapkan pelaksanaan KTT G20 yang berlangsung sukses, memberikan dampak yang sangat besar bagi pendapatan daerah.
“Dari rancangan yang kita pasang di Badung ternyata melampaui target dan menciptakan silpa yang begitu besar. Yaitu ada di angka Rp 1,05 triliun,”jelas Adi Arnawa, Minggu (8/1/2023).
Pejabat asal Pecatu ini menambahkan kesuksesan KTT G20 dimana Bali dan khususnya Badung sebagai tuan rumah, mendapat perhatian khusus dari masyarakat dunia.
“Masyarakat dunia mempercayai Bali dan khususnya Badung sebagai tujuan wisata, melihat kesuksesan pelaksanaan KTT G20,”ujarnya.
Lebih lanjut ia menambahkan, kedepannya menjaga kesuksesan ini harus dipertahankan. Sehingga menjadi PR kedepan dalam rangka untuk menjaga pariwisata yang sustainable.
“Mungkin kedepannya kita akan mendorong untuk melaksanakan sport turism. Mungkin orang membuat event olahraga internasional di bali atau di badung sukses juga,” imbuhnya.
Sementara itu untuk Silpa tahun anggaran 2022 tersebut, kata dia akan digunakan melanjutkan program-program pembangunan dalam rangka mensejahterakan masyarakat Kabupaten Badung.
“Sesuai arahan Bapak Bupati anggaran tersebut digunakan untuk program kebijakan dalam rangka mendorong seni dan budaya. Dalam rangka mendorong desa adat, mendorong banjar-banjar, yowana atau sekaa teruna, termasuk lembaga-lembaga yang ada di badung nanti kita support,” paparnya. (lit/jon)








