
KUTSEL – Serikat Pekerja (SP) Novotel Bali Nusa Dua, melaksanakan gathering di Warung Kampungku Nusa Dua, Senin (26/12/2022) sore.
Selain menjadi ajang temu kangen, itu sekaligus dimanfaatkan sebagai momen evaluasi capaian setahun terakhir.
Di tengah para pekerja pariwisata tersebut, hadir pula Anggota DPRD Badung, I Wayan Luwir Wiana. Dia adalah dewan Dapil Kuta Selatan, yang dikenal aktif memperjuangkan hak-hak para pekerja.
“Salah satunya kaitan dengan perjuangan kami soal service charge. Yang atas dukungan dari Pak Luwir Wiana, akhirnya dapat terealisasi sesuai aturan perundang-undangan berlaku,” singkat Ketua SP Novotel Bali Nusa Dua, I Made Ariawan.
Sementara dalam kesempatannya bicara, Luwir Wiana menegaskan bahwa perjuangan para pekerja notabene sangat erat kaitannya dengan masalah perut. Jadi harus ada keberanian untuk bersuara, dengan tetap mengacu pada aturan berlaku.
“Saya sadari, semua ada risiko. Akan ada banyak rintangan dan tantangan yang harus dihadapi,” sebut politisi PDI Perjuangan itu.
Selaku wakil rakyat, Luwir memastikan bahwa dirinya akan senantiasa berupaya untuk hadir di tengah-tengah masyarakat. Termasuk ketika ada perselisihan antara pekerja dengan manajemen.
“Saya akan tetap berada di tengah-tengah, antara manajemen dan karyawan,” tegasnya.
Masih berkaitan dengan perselisihan kerja, Luwir juga menegaskan bahwa baik itu pihak manajemen ataupun pekerja, harus sama-sama menyadari bahwa pariwisata merupakan sektor utama penggerak perekonomian Bali.
Jadi wajib untuk dijaga bersama-sama, sehingga wisatawan bisa tetap mempercayai Bali sebagai tujuan wisata mereka.
“Ini penting, karena berkaitan pula dengan persaingan kita dengan destinasi-destinasi wisata di negara lain,” sebutnya.
Adat istiadat dan keramah-tamahan orang Bali, juga diingatkan untuk selalu dilestarikan. Tujuannya pun sama, yakni agar Bali tetap menjadi primadona pariwisata dunia.
“Tolong dijaga hubungan baik antara manajemen dan pekerja. Pekerja adalah aset dari sebuah perusahaan, yang tentunya harus bisa senantiasa bekerja dengan baik untuk perusahaan,” pungkasnya sembari menegaskan bahwa SP tidak ubahnya seperti sebuah jembatan, yang berfungsi sebagai penyambung lidah antara karyawan dengan manajemen. (adi/jon)








