
BULELENG – Jambore Nasional Ikatan Motor Indonesia (Jamnas IMI) Tahun 2022 di Krisna Funtastic Land Desa Temukus Kecamatan Banjar, mendapat apresiasi Badan Pengurus Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPC-PHRI) Kabupaten Buleleng.
Selain membangkitkan kegiatan otomotif, kegiatan inovatif Pengprov IMI Bali dibawah komando I Gusti Ngurah Anom yang akrab disapa Ajik Krisna ini juga mampu membuat pariwisata Bali, khususnya di Buleleng semakin menggeliat.
“Kami mengapresiasi dan berterimakasih kepada Ajik Krisna, yang telah menyelenggarakan event nasional, Jamnas IMI Tahun 2022 yang tidak hanya mampu membangkitkan kegiatan otomotif tapi juga pariwisata,” tandas Ketua BPC PHRI Kabupaten Buleleng, Dewa Ketut Suardipa usai memimpin rapat intern, Senin (12/12/2022).
Ketua PHRI Buleleng periode 2022-2027 yang akrab disapa Dewa Dipa ini mengungkapkan kegiatan otomotif yang dikemas kreatif dalam bentuk Jamnas IMI Tahun 2022, merupakan sebuah terobosan inovatif dari apa yang digemakan Ketua Umum IMI, Bambang Soesatyo sebagai Sport Tourism Otomotif (STO).
“Terlepas dari ketidaksempurnaan pelaksanaan kegiatan, apa yang digemakan oleh Bamsoet, Ketua Umum IMI yakni Sport Tourisme Otomotif ini patut dikembangkan, sehingga menjadi sebuah trademark pariwisata terbarukan dan ini barusan kita bahas dengan pengurus PHRI Buleleng,” ujarnya.
Sesuai usul saran, tempat dan akomodasi sangat mendukung kegiatan bertaraf nasional tersebut. “Bentuk kegiatan seperti lomba, touring dan hiburan sangat kreatif dan inovatif, peserta sangat menikmati kegiatan ini,” ujarnya.
Ia berharap, kegiatan kreatif dan inovatif seperti Jamnas IMI dapat dilakukan secara berkesinambungan sebagai terobosan kolaboratif olahraga dan pariwisata atau sport tourisme. “Kami dari jajaran PHRI Kabupaten Buleleng sangat siap untuk membantu, memfasilitasi akomodasi dan kulinernya. Seperti halnya, kemarin rekan-rekan pengusaha hotel dan restoran di Buleleng ikut terlibat sehingga tingkat hunian hotel ada peningkatan termasuk kegiatan kuliner baik di restoran maupun warung di sekitar lokasi hingga di Kota Singaraja,” terangnya.
Ada beberapa hal menjadi catatan kedepan, seperti sosialisasi yang lebih maksimal, peningkatan destinasi pariwisata dan aksesibilitas. “Sosialisasi penting untuk mendatangkan peserta dan penonton, termasuk destinasi pariwisata yang didukung aksesibilitas, sehingga bisa menjadi alternatif kegiatan waktu luang,” pungkasnya. (kar,dha)








