
KUTSEL – Jalan Nusa Dua Selatan kini terpantau telah tersambung dengan hotmix. Namun itu baru pada dua lajur saja, sedangkan dua lajur sisanya masih belum.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung, IB Surya Suamba mengatakan, pengaspalan pada dua lajur tersebut sesungguhnya sudah dilakukan sebelum penyelenggaraan KTT G20. Namun diakui, itu belumlah secara total.
“Memang yang di sebelahnya itu masih belum. Rencana itu akan kami lanjutkan di 2023. Itu sudah kami anggarkan,” sebutnya dihubungi via ponsel, Rabu (7/12/2022).
Dia memastikan, lahan untuk badan jalan yang masih belum teraspal itu sudah dibebaskan seluruhnya. Sehingga dengan kata lain, statusnya masih hanya menunggu pengaspalan pada 2023 mendatang.
Lebih lanjut, Surya Suamba menjelaskan bahwa Jalan Nusa Dua Selatan notabene merupakan bagian dari program Jalan Lingkar Selatan (JLS). Bahkan kata dia, selain pengaspalan pada akses tersebut, dalam rangka mewujudkan JLS, maka pada tahun 2023 juga akan dilakukan pembebasan lahan di Segmen 2 dengan pagu anggaran Rp80 Miliar.
“Pembebasan lahan warga yang terdampak estimasi luas 19 ribu m2. Estimasi panjang pembebasan 800 m s/d 1000 m. Lebar tanah pembebasan 24 m,” bebernya. (adi/jon)








