
BULELENG – Pemkab Buleleng melalui Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi Daerah (BP2ID) telah menuntaskan 8 dari 10 bahan kajian yang diajukan pihak terkait pada tahun 2022. Delapan kajian yang tuntas dikerjakan pada tahun 2022 antara lain tentang Rekonstruksi Model Desa Wisata Traditional Balinese Life Desa Bali Aga, Pengembangan Model Desa Wisata Agrowisata Berbasis Tri Hita Karana di wilayah Desa Sambangan dan sekitarnya serta Tata Cara Pemungutan dan Besaran Retribusi Pengelolaan Persampahan/Kebersihan.
“Ada dua dari sepuluh bahan kajian, dengan tema Merekonstruksi Kebijakan Pendidikan Menuju Digitalisasi Satuan Pendidikan dan Pengembangan Kebijakan Digitalisasi UMKM masih dalam proses kajian,” ungkap Kepala BP2ID Kabupaten Buleleng, Made Supartawan usai rapat evaluasi, Senin (21/11/2022).
Mantan Kabahumas DPRD Kabupaten Buleleng ini menandaskan, hasil kajian telah disampaikan kepada OPD terkait untuk dapat dimanfaatkan dalam pelaksanaan maupun program kegiatan terkait.
“Seperti pengembangan desa wisata agrowisata berbasis tri hita karana di wilayah Desa Sambangan dan sekitarnya, sesuai hasil kajian direkomendasikan dapat dikembangkan melalui sinergitas dengan desa sekitarnya dengan memberdayakan objek wisata yang ada pada masing-masing desa menjadi satu paket wisata terpadu, dari stopover wanagiri hingga pantai penumbangan,” ujarnya.
Melalui paket perjalanan tracking, wisatawan dapat menikmati objek wisata di sepanjang perjalanan dari Desa Wanagiri, Ambengan, Sambangan, Panji hingga Pantai Penimbangan di Desa Baktiseraga. “Selain menikmati objek wisata Yeh Ketipat, Yeh Kuning, Yeh Api, Air Terjun Terjun, wisman tentu akan berbelanja, bahkan nginap dan dijemput agen travel di Pantai Penimbangan,” terangnya.
Selain melakukan kajian, lanjut Supartawan, BP2ID yang sedang diusulkan berubah nomenklatur kelembagaan menjadi Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) juga berupaya menggali dan mengembangkan inovasi yang dilakukan OPD di lingkungan Pemkab Buleleng maupun masyarakat melalui Lomba Kreasi Inovasi Tingkat Kabupaten Buleleng.
“Tahun ini, kita apresiasi 6 inovasi terbaik dalam dua kategori. Untuk kategori kelompok OPD, Juara I diraih Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) atas inovasi Mobil Unit Pelayanan Tim KB Keliling Gratis,” ungkapnya.
Untuk kategori kelompok masyarakat, Juara I diraih Desa Bondalem dengan inovasi Bom Lazer dalam upaya pemberdayaan dan pelestarian biota laut di Desa Bondalem Kecamatan Tejakula. “Kedepan, Lomba Kreasi Inovasi (LKI) akan kita kembangkan tema dan pesertanya, melibatkan siswa dan mahasiswa,” pungkasnya. (kar,dha)








