BadungHeadlineTerkini

Selama 5 Hari, Masyarakat Dalam Jalur G20 Dilarang Mengeluarkan Sampah

MANGUPURA – Selain penutupan TPA Regional Sarbagita di Suwung, Denpasar terkait pelaksanaan KTT G20, masyarakat juga dilarang mengeluarkan sampah. Pelarangan ini mulai Minggu (13/11/2022) sampai dengan Kamis (17/11/2022). Kebijakan ini maju sehari dari rencana penutupan TPA Suwung yang sebelumnnya tanggal 14 November 2022.

Kepala Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup (DLHK) Badung I Wayan Puja yang dikonfirmasi Minggu (13/11/2022) mengungkapkan, berdasarkan surat dari Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali tentang Penegasan Penutupan Sementara TPA Regional Sarbagita, dimana sebelumnya rencana penutupan dimulai tanggal 14 Nopember, dalam surat ini dimajukan sehari menjadi tanggal 13 November hingga 17 Nopember 2022.

BACA JUGA:   Parwata Dukung Kegiatan UKM Dharma Wacana UHN IGBS

Atas kebijakan ini, lanjut Puja, Pemkab Badung telah menerbitkan surat edaran terkait penangan sampah selama pelaksanaan puncak KTT G20. Dalam surat yang ditandatangani Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa tersebut, ada tiga poin yang disampaikan.

Pertama wajib aktif menyukseskan pelaksanaan Presidensi G20. Poin kedua, masyarakat dan perusahaan agar tidak mengeluarkan sampah mulai tanggal 13 sampai dengan 17 November 2022. Dan poin terakhir, usaha jasa angkutan sampah agar tidak membuang sampah ke TPA Suwung dari tanggal 13 sampai dengan 17 November 2022.

“Masyarakat dilarang mengeluarkan sampah, terutama di daerah Badung dan Denpasar yang ada jalur G20. Jalur menuju ke TPA tutup sama sekali, tidak boleh ada pergerakan mobil sampah,”ungkapnya.

Walaupun TPA Suwung ditutup sementara, untuk TPST Samtaku Jimbaran dan TPST Mengwitani menurut Puja tetap beroperasi seperti biasa.

Nah, untuk masyarakat pada wilayah yang menjadi jalur G20, khususnya dalam penangan sampah selama larangan mengeluarkan sampah. Pihaknya menyarankan agar dilakukan pemilahan sampah, kemudian ditempatkan pada tempat teduh dan hindarkan dari air hujan yang bisa menyebabkan bau busuk. (lit/jon)

Back to top button