
BULELENG – Jelang tutup Tahun Anggaran 2022, Pemkab Buleleng gelar rapat koordinasi (rakor) monitoring dan evaluasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Selain menyorot capaian PAD hingga 31 Oktober 2022 yang belum mencapai 75%, momentum rapat yang dihadiri Sekda Buleleng Gede Suyasa, Asisten Setda Buleleng dan pimpinan OPD juga dimanfaatkan Pj. Bupati Buleleng untuk memotivasi dan meningkatkan PAD merupakan ‘darah’ pembangunan.
“PAD itu adalah darah dari sebuah pembangunan, makanya dari sebelas urusan kewenangan dari potensi pajak itu, coba kita maksimalkan untuk meningkatkan PAD, sehingga pembangunan bisa lebih kita perluas,” tandas Pj. Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana saat memimpin rakor, Jumat (4/11/2022).
Pada rakor di Ruang Rapat Rujab Bupati Buleleng tersebut, Kepala BPKSDM Provinsi Bali ini mengungkapkan secara umum realisasi PAD menunjukkan kinerja yang cukup baik. “Walaupun presentasenya hingga 31 Oktober 2022 belum mencapai 75 % dari target anggaran tahun berjalan. Realisasi PAD Kabupaten Buleleng per 31 Oktober 2022 sebesar Rp 340 miliar atau 71,49 % dari target yang ditetapkan sebesar Rp 476 miliar,” terangnya.
Dari laporan tersebut, ada beberapa potensi PAD yang belum mencapai target. “Sehingga, hal ini menjadi penekanan bagi pimpinan SKPD untuk berinovasi, menggenjot kinerja sehingga bisa mencapai target, seperti dari PBB, Retribusi Parkir, Pajak Reklame dan sumber PAD yang lain,” pungkasnya. (kar,dha)








