
DENPASAR – Inspirasi tercipta dari sebuah amatan media sosial terkait fenomena jiwa patriotisme, mencintai tanah air, membela nusa dan bangsa, tercermin dalam tata gerak tari yang energik dan indah di atas panggung.
Adalah Tari Kreasi Baris Nadewa, garapan seni tari kreasi tercipta apik oleh penata tari I Gede Gunadi Putra, S.Sn, M.Sn, dosen program studi (Prodi) Pendidikan Seni Pertunjukan (PSP), Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar.
Dalam urusan menggarap tari, koreografer-koreografer muda Bali memang tidak pernah kering ide dalam mencipta karya tari baru. Bahkan, setiap garapan yang dihasilkan para seniman muda itu selalu saja menarik, karena ada saja hal-hal baru sebagai ciri khas dari karya mereka.
Karya Tari Kreasi Baris Nadewa telah disajikan di stage Barong Dance Tanah Kilap, Suwung Kauh, Denpasar Selatan, pada Minggu (18/9/2022).
Dikonfirmasi pada Rabu (21/9/2022), I Gede Gunadi Putra, S.Sn, M.Sn selaku penata tari menjelaskan, karya Tari Kreasi Baris Nadewa merupakan diseminasi hasil Penelitian dan Penciptaan Seni (P2S), LP2MPP Dana Dipa ISI Denpasar Tahun 2022.
Tari ini didukung dua penari pria yang memiliki dasar tari yang kuat. Iringannya menggunakan gamelan gong kebyar yang ditata oleh I Gede Mawan, S.Sn., M.Si yang juga Dosen Prodi PSP ISI Denpasar bersama I Bagus Wijna Bratanatyam, S.Sn., M.Sn, Dosen Prodi Pedalangan sebagai penata vocal.
Gunadi Putra menyebut Kata Nadewa itu gabungan dari Nakula dan Sahadewa. Karya tari ini tak hanya menyajikan gerak tari yang kreatif, tetapi juga sarat pesan, sehingga mendapat sambutan hangat penonton yang terdiri dari dosen, pecinta seni dan masyarakat seni.
Lebih lanjut ia menuturkan, penyajian tari baris ini memakai konsep duet atau tari berpasangan, yang dibawakan oleh dua orang penari pria. Penataan gerak dan ekspresinya lebih dinamis, menjadikan tarian ini sebagai suguhan seni tari baru yang tidak membosankan.
Hal itu nampak pada gerak para penari yang gagah perkasa menunjukkan semangat juang yang tinggi sebagai bentuk keberanian akan membela tanah air atau Nusa dan Bangsa.
“Kemunculan tari kreasi Baris Nadewa ini turut memperkaya kesenian di Bali, khususnya seni tari,” ujar koreografer Gunadi.
Tari Kreasi Baris Nadewa merupakan sebuah tari kreasi baru yang gerakannya terinspirasi dari teknik gerak tari bebarisan yang sudah ada pada umumnya.
Kendati demikian, tari ini tentu beda, karena memiliki ciri khas tersendiri. Salah satunya terdapat pada penataan gerakannya yang divariasikan, serta menggunakan properti sebuah busur panah dan menyerupai dua bilah pedang. Kostumnya sangat mendukung sehingga garapan tari itu lebih indah.
“Kostumnya didominasi warna kuning sebagai representasi dari identitas muda dari tokoh Nakula dan Sahadewa,” katanya.
Tarian berdurasi 10 menit itu menampilkan motif-motif gerak baru, namun masih kental dengan tradisi. Itu menunjukan penata seorang penari Bali yang memiliki dasar yang kuat.
Apalagi, ide-ide yang dituangkan melalui gerak penuh ekspresi itu didukung para penari dengan dasar tari yang kuat pula. Sementara iringannya didukung Sekaa Gong Yowana Citta, Banjar Kajeng, Suwung Kauh, Denpasar Selatan, yang mampu memberikan melodi serta aksen-aksen yang kuat, sehingga karya tari itu tampak lebih enerjik dan penuh inovasi.
Sama seperti tari-tari baris lainnya, Tari Kreasi Baris Nadewa ini tak hanya menyajikan karya dengan pakem tari Bali, yakni pepeson, pengawak, pengecet dan pekaad.
Di balik keindahan karya seni tari ini, ada pesan-pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat khususnya generasi muda mampu menumbuhkan jiwa patriotisme terhadap tanah air, nusa dan bangsa Indonesia di tengah masuknya paham radikalisme.
“Kami meyakini, kalau sudah memiliki rasa patriotisme, maka generasi muda akan dapat menjaga rasa persatuan dan kesatuan anak bangsa yang berbhineka,” sebutnya. (sur)








