
JEMBRANA – Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar Selasa (20/9/2022) melakukan kunjungan di Bumi Makepung, Jembrana. Kunjungan kerja ini dalam rangka meresmikan program Jembrana Satu Data Dari Desa (JSDDD).
Selain itu, kunjungan Mendes PDTT juga dalam rangka memberikan pengarahan pengendalian inflasi dan ketahanan pangan. Menteri Halim Iskandar mengatakan Jembrana telah meresmikan JSDDD, ini penting karena se-Indonesia, baru Jembrana yang menerapkanya.
Dikatakan, dalam JSDDD data sudah terintegrasi dengan baik dan diintegrasikan pula dengan kebutuhan seluruh OPD.
JSDDD adalah bentuk pengembangan dari SDGs Desa, menjadi SDGs tingkat kabupaten yang basisnya tetap pada basis desa/kelurahan, basis mikro. Tetapi pengelolaannya, analisisnya sudah pada lembaga kabupaten.
“Maka saya yakin berbagai permasalahan yang dihadapi warga masyarakat di Jembrana, akan mudah terdeteksi. Dan ketika mudah terdeteksi, akan mempermudah pula mengambil langkah yang tepat sasaran, sesuai dengan permasalahan,” kata Menteri Abdul Halim.
Di sinilah peran Bupati menyelesaikan kesenjangan yang selama ini selalu dihadapi oleh setiap daerah, yaitu antara data fakta dan perencanaan.

“Nah sekarang ini, Jembrana pasti sudah memiliki sebuah proses perencanaan yang betul berbasis data. Itu artinya pembangunan di Jembrana betul-betul adalah pembangunan berorientasi penyelesaian masalah,” tambahnya.
Disinggung soal penyaluran dana desa secara nasional, menteri Iskandar menyebutkan sudah bagus. 99 persen sudah tersalurkan, sesuai fase di bulan ke 9 dan 10. “Tinggal beberapa bulan lagi, dana desa terserap seluruhnya 99 persen, sebagaimana penyaluran di tahun sebelumnya,” jelasnya.
Sementara itu Bupati Tamba mengungkapkan terkait pelaksanaan Jembrana Satu Data Dari Desa, ini adalah upaya pencapaian pembangunan yang berbasis data yang akurat dan terpadu antara lain data sosial ekonomi masyarakat, data infrastruktur dan kewilayahan serta data tata ruang dan geospasial. Sehingga dalam pelaksanaan JSDDD akan melahirkan data yang berkualitas yang memenuhi prinsip-prinsip standar metadata, kode referensi dan interoperabilitas.
“Jembrana Satu Data Dari Desa merupakan solusi satu data daerah yang bisa dimanfaatkan oleh pemerintah pusat, daerah dan desa serta dimanfaatkan sesuai dengan kepentingan tiap institusi,” ujar Bupati Tamba.
Mengenai manfaat JSDDD, Bupati asal Desa Kaliakah ini mengatakan dengan adanya data tersebut, perencanaan kebijakan pemerintah daerah dapat disesuaikan dengan permasalahan dan kebutuhan di masing-masing wilayah.
“Jembrana Satu Data Dari Desa sangat penting, kita memiliki perencanaan dari awal, apa yang akan kita kerjakan. Karena permasalahan mikro di depan mata melalui data tersebut. Inilah kecepatan, akurasi dan transparansi jauh lebih didapat dengan kita memiliki data,” pungkasnya.
Dalam kunjungannya tersebut, Mendes PDTT juga memberikan penghargaan kepada Pemkab Jembrana sebagai kabupaten pertama di Indonesia yang menjadikan data desa berbasis SDGs desa sebagai pondasi utama dalam melaksanakan pembangunan di daerah. Kepada dua perbekel juga diberikan penghargaan sebagai desa mandiri. (ara,dha)








