
BADUNG – Pemuda berinisial Putu KW (23) mengamuk sambil mengacungkan senjata tajam berupa pisau ke pengendara sepeda motor yang melintas di kawasan Jalan Raya Kerobokan, Banjar Semer, Kuta Utara, Badung, Kamis (1/9/2022) sekitar pukul 09.00 WITA.
Berlagak seperti orang kerauhan, Putu KW yang mengenakan pakaian sembahyang membuat para pengedara ketakutan di tengah situasi arus lalu lintas macet.
Beberapa orang memilih lari meninggalkan kendaraannya di tengah jalan. Salah seorang pengendara yang sedang diam di pinggir jalan jadi sasaran amukan pemuda berbadan gempal itu.
Bahkan, salah seorang mengalami luka di punggung akibat ditusuk keris di tengah sawah. Korban dilarikan ke Puskesmas Kuta Utara kemudian ditujuk ke RSUD Mangusada.
Polisi yang menerima informasi langsung menuju TKP. Pelaku diamankan dari sebuah warung di pinggir jalan. Petugas memborgol keduanya tangannya kemudian diangkut menggunakan mobil patroli bak terbuka ke Polsek Kuta Utara.
“Keterangan pelaku masih berubah-ubah sehingga masih didalami. Diduga dia mengalami gangguan kejiwaan, tapi akan kita pastikan melalui pemeriksaan medis,” ujar Kapolsek Kuta Utara Kompol Putu Diah Kurniawandari kepada awak media.
Kompol Diah meceritakan, awalnya pelaku mengendarai Vario DK 2013 QN datang dari selatan dan melanggar traffic light di simpang tiga di wilayah Banjar Semer, Kerobokan, Kuta Utara.
Putu KW duduk di motor dengan gaya bersila, tangan kirinya pegang gas motor dan tangan kanan memegang handphone. Tepat di simpang tiga, pelaku tabrakan dengan pengendara Scoopy DK 3177 GAE, I Komang Putra Wirawan (19) asal Tabanan yang malaju dari barat. Korban mengalami luka lecet di kaki dan tangan.
Kecelakaan itu memicu amarah pelaku. Ia mengeluarkan sebilah pisau yang diselipkan di pinggangnya kemudian melakukan pengancaman kepada pengendara.
Sementara, korban yang ditusuk oleh pelaku adalah Kadek Sukerta (23) asal Buleleng.
“Korban mengalami luka pada bahu kanan di dalam sawah. Setelah menusuk korban, pelaku membuka baju kemudian diberikan kepada korban di tengah sawah. Korban mengalami sesak nafas dan masih dirawat di RSUD Mangusada,” ungkap mantan Kapolsek Mengwi ini.
Menurut Diah, senjata tajam yang dibawa pelaku diakuinya diberikan oleh kakeknya di Kepaon.
“Pisau itu untuk jaga diri dan sudah kami amankan. Kami masih memeriksa pelaku dan orang tuanya sudah datang ke Polsek,” tegasnya. (dum)








