
BULELENG – Melalui rapat paripurna, DPRD Kabupaten Buleleng menggelar acara serah terima jabatan (Sertijab) Bupati Buleleng periode 2017-2022 Putu Agus Suradnyana kepada Penjabat (Pj) Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana.
Momentum kegiatan yang dihadiri anggota DPRD Kabupaten Buleleng, Forkompinda, Sekda Buleleng, Pimpinan SKPD serta Perbekel/Lurah se-Kabupaten Buleleng, tidak hanya dimanfaatkan pimpinan dewan untuk menyaksikan penyerahan dokumen memori sertijab, tapi juga menyampaikan harapan kepada Pj Bupati Buleleng.
“Kami juga berharap jalinan sinergitas antara legislatif dengan eksekutif agar terus terjaga dengan baik dalam upaya mewujudkan program-program pembangunan Pemerintah Kabupaten Buleleng,” tandas Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna usai memimpin rapat paripurna di Ruang Rapat Utama Gedung Rakyat DPRD Kabupaten Buleleng, Senin (29/8/2022).
Ia juga mengapresiasi penyampaian komitmen Ketut Lihadnyana selaku Penjabat Bupati Buleleng untuk memaksimalkan potensi yang ada di Kabupaten Buleleng pasca Pandemi Covid-19 dan perbaikan tata kelola kepegawaian dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan di Kabupaten Buleleng.
“Selama ini DPRD selaku perwakilan masyarakat Kabupaten Buleleng banyak menerima keluhan dari masyarakat terkait dengan besaran NJOP, kedepan diharapkan dengan adanya penjabat Bupati yang baru ini hal tersebut dapat dikaji kembali agar tidak menjadi beban bagi masyarakat,” tandasnya.
Demikian juga dengan kesehatan, dengan terbitnya regulasi baru banyak masyarakat yang kepesertaan JKN-KIS nya terblokir.
“Kami harapkan hal ini menjadi atensi bagi Pemerintah Daerah dan kami di DPRD Kabupaten Buleleng siap untuk mendorong agar permasalahan kesehatan ini dapat teratasi dengan baik,” tegasnya.
Senada dengan Ketua DPRD Kabupaten Buleleng, Ketut Lihadnyana selaku Penjabat Bupati menyatakan siap melanjutkan program-program yang menjadi prioritas di Kabupaten Buleleng.
“Dengan mempertimbangkan dan memberdayakan potensi-potensi yang ada seperti pada sektor pertanian dan perkebunan dalam arti luas dengan memperhatikan tata kelola di bidang pertanian dari hulu sampai ke hilir dengan didukung infrastruktur yang memadai sehingga dapat terkoneksi antara program yang satu dengan program yang lain dengan berpedoman pada RPJM Kabupaten Buleleng,” tegasnya.
Terkait anggaran pihaknya, akan dilakukan langkah koordinasi baik dengan Pemerintah Provinsi maupun dengan Pemerintah Pusat untuk mendapatkan dana-dana anggaran atau paling tidak program pembangunan ke Kabupaten Buleleng.
“Karena, PAD selama ini belum mampu membiayai seluruh program pembangunan yang ada di Kabupaten Buleleng,” pungkasnya. (kar,dha)








