
BULELENG – Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) Republik Indonesia bersama Pemkab Buleleng menggelar pelatihan Government Transformation Academy (GTA).
Selain penambahan wawasan tentang digitalisasi, pelatihan yang digelar tanggal 13-17 Juni 2022 ini juga diharapkan dapat mempercepat transformasi digital bagi aparatur sipil negara (ASN).
“Ada tiga hal dalam penyelenggaraan pemerintahan yaitu pemerintah mampu menjalankan pemerintahan berbasis elektronik dan manajemen resikonya, kemudian operator kantor lebih memahami digital dalam tata laksana perkantoran serta layanan informasi publik khusus penyajian dengan graphic design menarik dan interaktif,” tandas Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng, Gede Suyasa, Senin (13/6/2022) saat membuka kegiatan di Banyualit, Lovina.
Sekda Suyasa menegaskan, pada transformasi digital tidak ada lagi sekat ruang dan waktu dalam bekerja.
“Makin tahun harusnya semakin cepat berlari ke digital, karena digitalisasi dalam pemerintahan dapat meningkatkan kecepatan dalam bekerja dan produktivitas jauh lebih tinggi,” tandasnya.
Ia menambahkan, kunci peralihan digitalisasi adalah untuk dapat meningkatkan efektifitas, akuntabilitas dan transparansi dalam setiap komponen program kegiatan pemerintahan.
“Jika masih pakai pola konvensional, maka akan semakin ketinggalan. Untuk itu, transformasi digital harus kita dorong, kita optimalkan dalam memajukan daerah,” tandas Suyasa dibenarkan Charviano Hardika.
Selaku koordinator teknis Pusdiklat Kemenkominfo, Hardika menyatakan GTA bertujuan meningkatkan Soft Skill dan Hard Skill ASN sehingga mampu melaksanakan pemerintahan berbasis digital dan manajemen resiko SPBE. (kar,dha)








