
KARANGASEM — Warga Lingkungan Segara Katon, Kelurahan Karangasem, geger. Pemantiknya, seorang warga bernama Basri (42), ditemukan tewas gantung diri usai melakukan sholawatan di rumahnya.
Informasi yang dihimpun, Kamis (19/5/2022) menyebutkan, naas menimpa Basri terjadi, Rabu (18/5/2022), sekitar pukul 15.00 Wita. Kisahnya, sore itu saat sedang makan, Abdurahim (tetangga) mendengar korban sedang melaksanakan sholawatan di rumahnya. Laku korban itu membuat Abdurahim lega, mengingat korban yang selama mengalami depresi, sudah mulai tenang.
“Saya sangat senang mendengarnya saat dia melakukan sholawatan. Tapi kegembiraan saya tiba-tiba berubah menjadi pilu karena tetangga saya itu mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri,” ucap Abdurahim saat melaporkan kejadian itu kepada petugas bhabinkamtibmas yang diteruskan ke Polsek Karangasem.
Abdurahim mengetahui Basri gantung diri setelah mendengar jeritan dari Husin (ayah korban). Sambil mengajak Aulia Rahman dan Abdul Rauf, Abdurahim berusaha untuk memberikan pertolongan. Tapi upaya pertolongan yang dilakukan itu sia-sia, karena korban sudah dalam kondisi lemas saat masih tergantung pada palang bambu atap rumahnya.
“Dalam kondisi masih lemas korban kami turunkan dari tiang gantungan dan merebahkannya di kasur,” terang Basri kepada petugas Polsek Kota saat melakukan olah TKP.
Kapolsek Kota Karangasem, AKP Putu Sunarcaya melalui Kanit Reskrim AKP I Made Sudihartana mengatakan, lokasi TKP sudah berubah, mengingat korban keburu diturunkan warga sebelum tiba di lokasi. Kendati demikian, pihaknya memastikan, korban meninggal dunia murni karena gantung diri. Kepastian itu diperkuat setelah tim medis menemukan bekas jeratan di leher korban dan tidak ada tanda-tanda kekerasan akibat perlakuan orang lain.
“Penuturan dari keluarga dan tetangga, korban mengalami dipresi berat dan sudah sering melakukan percobaan bunuh diri, tapi selalu berhasil digagalkan,” pungkas Sudihartana. (wat/jon)








