
KARANGASEM-Sorotan miring menyelimuti dunia pendidikan di Karangasem. Pemicunya salah seorang oknum Kepala Sekolah (Kasek) melakukan perbuatan tak terpuji di depan anak didiknya. Awalnya, dia mau menegakkan disiplin bagi siswa yang melakukan pelanggaran dengan memberikan hukuman push up.
Namun sayang, maksud baik oknum Kapsek itu, tercederai dengan sikapnya yang menginjak bahu salah seorang siswa yang sedang menjalani hukuman disiplin. Kasus tersebut terjadi di SMAN 3 Amlapura, yang berlokasi di Desa Seraya Tengah, Senin (11/4/2022) dan viral di media sosial setelah videonya dibagikan ke berbagai akun media sosial. Adalah I Komang Sudiana, yang melakukan tindakkan tak layak dicontoh itu.
Saat ditemui, Selasa (12/4/2022) Kasek asal Kecamatan Selat itu, tak menampik terhadap perbuatan yang dilakukan kepada salah seorang anak didiknya. Dia mengatakan, hukuman push up itu dijalankan karena beberapa siswanya melanggar perjanjian disiplin yang sudah disepakati sebelumnya. Atas perbuatan yang dilakukan itu, Sudiana mengaku telah dipanggil Disdikpora Provinsi Bali, untuk melakukan klarifikasi atas perbuatan yang dilakukan itu.
“Ya memang saya yang melakukan, tapi itu tidak sengaja, hukuman push up ini sudah menjadi kesepakatan siswa yang melanggar disiplin. Saya yang salah karena menggunakan kaki. Gara-gara ini saya harus ke Denpasar untuk mengklarifikasi persoalan yang ada kepada pimpinan,” ucap Sudiana didampingi Ketua Komite I Wayan Puspa Sedana, saat ditemui di ruang kerjanya.
Kronoligisnya, usai upacara bendera dia melihat beberapa siswa rambutnya masih panjang. Padahal, sebelumnya sudah berkali-kali diberikan pengarahan.Terakhir peringatan dilayangkan Jumat (8/4/2022) lalu dan belasan siswa itu berjanji untuk mencukurnya.
“Saat memberikan pengarahan, semua siswa menjawab mau mentaati tata tertib sekolah. Bahkan, hukuman push up sebanyak 10 kali juga sudah menjadi kesepakatan siswa,” ungkap Sudiana.
Sudiana tidak percaya begitu saja, usai upacara bendera, dia langsung masuk ke ruang Kelas XI MIPA 3 untuk memastikan janji disiplin yang disepakati 12 orang siswa tersebut. Tapi saat masuk kelas Kasek yang terkenal tegas dan bagus dalam memajukan prestasi anak didiknya itu, mendapati 12 orang siswa itu tidak menepati janji.
“Saya masuk ruang kelas, guru yang mengajar berhalangan dan siswa diberikan tugas. Seorang siswa tidak sengaja saya injak bahunya (bukan kepala Red), karena tak sungguh-sungguh menjalani hukuman push up,” jelas Sudiana.
Tapi, jauh sebelum kejadian Sudiana sempat menawarkan uang kepada siswa yang rambutnya panjang untuk cukur rambut. Namun para siswa tersebut tidak mau.
“Hanya gara-gara rambut, kami tidak ingin menimbulkan masalah pada keluarga siswa, makanya kami tawarkan uang untuk mencukur rambutnya. Ini kami lakukan demi kedisiplinan anak-anak, agar sekolah yang kami pimpin mampu mencetak siswa yang berkualitas,” tegasnya.
Terhadap kasus tersebut, Sudiana mengaku tidak ada maksud apapun atas perbuatan yang dilakukan kepada salah seorang siswanya. Dia memberikan hukuman push up kepada siswa yang tidak disiplin, murni untuk kemajuan sekolah.
“Tidak ada maksud apa-apa, murni hanya untuk kedisiplinan siswa. Saya tidak tahu kejadian ini akan viral di medsos,” terangnya.
Sementara itu, Ketua Komite, I Wayan Puspa Sedana mengaku tahu kajadian itu dari rekaman video yang didapatkan, Senin malam sekitar pukul 23.00 Wita.
“Tahu ada video itu, langsung saya cek. Hasil koordinasi dengan Kasek, ternyata benar kejadiannya ada di SMAN 3 Amlapura,” terangnya.
Bukan itu saja, Sedana Puspa Sedana juga mengaku sudah sempat berkoordinasi dengan pihak keluarga atas kejadian yang menimpa anaknya.
“Perekam videonya seorang siswa yang berasal dari Banjar Ijo Gading. Siswa yang bahunya tak sengaja diinjak Pak Kasek juga saya tanya, dan mengatakan tidak mengalami trauma dan menanggap biasa-biasa saja,” ungkap Sedana, sembari menambahkan, keluarga siswa sudah datang ke sekolah dan berdiskusi dengan Kasek untuk mengetahui kejadiannya sebenarnya. (wat/jon)








