
KUTA – Penerbangan internasional rute Perth-Bali-Perth telah kembali beroperasi di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Penerbangan tersebut dilayani maskapai Jetstar, yang mendarat di Bali secara perdana dengan membawa serta 153 orang penumpang pada Jumat (8/4/2022) lalu.
Setelah landing pada pukul 11.44 WITA, pesawat Boeing A320 itu kemudian terbang kembali menuju Perth pada pukul 13.10 WITA dengan penumpang sebanyak 87 orang. Berdasarkan jadwal, penerbangan rute Perth-Bali-Perth itu akan beroperasi setiap hari.
“Setelah sebelumnya ada dua kota di Australia yang telah terhubung dengan Bali, per hari ini bertambah satu dengan beroperasinya penerbangan Jetstar yang menghubungkan Perth dengan Bali. Bandara I Gusti Ngurah Rai kini melayani penerbangan dari dan ke tiga kota di Australia, yaitu Sydney, Melbourne, dan Perth,” ucap Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi.
Tidak dipungkiri dia, sebelum pandemi, Australia merupakan salah satu negara yang secara konsisten menyumbang wisatawan mancanegara terbanyak ke Bali. Bahkan dia menyebut, Bali merupakan daerah yang sangat populer di mata warga Australia.
“Dengan semakin bertambahnya rute yang terhubung dengan Bali, kami sangat optimis terhadap potensi meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara yang berlibur di Bali, salah satunya wisatawan asal Australia,” ucapnya.
Dengan beroperasinya rute tersebut, maka kini Bandara I Gusti Ngurah Rai telah melayani 8 rute internasional reguler, yaitu Singapura, Melbourne, Sydney, Tokyo, Kuala Lumpur, Doha, Istanbul, dan Perth. Adapun maskapai penerbangan yang melayani rute-rute tersebut berjumlah 10 maskapai, yaitu Garuda Indonesia, Singapore Airlines, Malaysia Airlines, Jetstar Asia, Scoot, KLM, Jetstar, AirAsia, Qatar Airways, dan Turkish Airlines.
“Selama bulan Maret lalu, kami mencatat sebanyak hampir 30 ribu penumpang dan 257 penerbangan rute internasional terlayani di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Jumlah tersebut memang masih jauh dari angka sebelum pandemi, akan tetapi hal ini merupakan awal yang bagus bagi kita semua yang saat ini tengah berupaya keras untuk mengembalikan kejayaan dunia penerbangan, khususnya penerbangan rute internasional. Dengan semakin bertambahnya rute internasional reguler yang kami layani, kami optimis hal tersebut akan berimplikasi positif dengan semakin meningkatnya jumlah penumpang dan wisatawan mancanegara yang datang, sehingga dapat mendorong pemulihan kembali ekonomi dan pariwisata di Bali khususnya, dan Indonesia secara umum,” tutupnya.
Sementara mengutip keterangan resmi Group CEO Jetstar Gareth Evans, pihaknya sangat antusias dalam pembukaan kembali rute tersebut. Apalagi tiket penerbangan perdananya terbukti berhasil ludes terjual.
“Ini memberi kami kepercayaan bahwa Bali akan tetap pupuler bagi warga Australia Barat seperti sebelum pandemi,” ucapnya.
Gareth Evans juga sempat menyoroti potensi ekonomi yang dihasilkan dari pengoperasian kembali rute itu. Sebelum pandemi Covid-19, katanya ada 85 penerbangan pulang pergi rute Bali yang dioperasikan pihaknya di setiap pekan. Yang mana puluhan penerbangan dari seluruh Australia itu telah berhasil membawa penumpang lebih dari dua juta orang di setiap tahun. Karenanya dia mengklaim, hal tersebut telah menyumbang hampir dua juta miliar dolar Australia untuk ekonomi lokal Bali di setiap tahun. (adi/jon)








