
BULELENG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, Senin (4/4/2022) membuka pelatihan dan sertifikasi TIK berbasis SKKNI.
Selain mengapresiasi program vocational school graduate academy sebagai kegiatan penting dalam upaya pengembangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) baik pelajar maupun pelaku UMKM, Sekda Suyasa juga berharap program kerjasama Pemkab Buleleng dengan BPSDMP Kominfo Yogyakarta ini terus berlanjut dan berkesinambungan.
“Terlebih kerja sama antara Pemkab Buleleng dengan BPSDMP Kominfo Yogyakarta merupakan satu-satunya di Bali sejak tahun 2021,” ungkap Sekda Suyasa Senin (4/4) saat membuka kegiatan di Banyualit Lovina.
Mewakili Bupati Buleleng, Sekda Suyasa mengucapkan terimakasih kepada BPSDMP Yogyakarta karena telah memilih Buleleng sebagai mitra dalam pelaksanaan program vocational school graduate academy sejak tahun 2021.
“Kami berharap kedepannya di Buleleng bisa dilanjutkan, karena kami sudah berkomitmen dalam jumlah kepesertaan, kualitas peserta termasuk manajemen kita semua. Sehingga Buleleng tidak ditinggalkan,” tandasnya.
Kepada semua peserta, Suyasa minta agar bersungguh-sungguh dalam mengikuti seluruh proses pelatihan hingga sertifikasi. “Hal ini penting, karena ke depan SDM dituntut mampu mengejar perkembangan digitalisasi, terlebih sekarang ini kehidupan nyata secara perlahan telah bergeser ke dunia digital,” tegasnya.
Suyasa menegaskan, program vocational school graduate academy sudah dilirik kabupaten/kota lain di Bali bahkan sudah berencana untuk menjalin kerjasama dengan BPSDMP Yogyakarta. “Jadi, saya minta agar seluruh peserta memanfaatkan kesempatan baik ini dengan maksimal. Kabupaten/kota lain di Bali mulai berniat untuk ikut seperti kita dan mengharapkan BPSDMP Yogyakarta bisa melakukan perjanjian kerja sama.
“Sekali lagi, kami mohon dengan sangat adik-adik sekalian yang ikut kegiatan ini bisa serius dan memberikan manfaat yang besar buat kabupaten sendiri,” tandas Sekda Suyasa dibenarkan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kadiskominfosanti) Kabupaten Buleleng Ketut Suwarmawan.
Selaku pimpinan SKPD yang membidangi TIK, Suwarmawan menandaskan pentingnya memahami pemanfaatan digital yang baik agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi penggunanya.
“Perkembangan digital memang sangat baik manfaatnya bagi kita, tapi jangan lupa untuk selalu waspada dan teliti dalam mengakses berbagai informasi. Ibarat pisau, perkembangan teknologi seperti pisau bermata dua, ada dampak negatif dan positif bagi pengguna,” tandasnya.
Ia menegaskan, hal penting yang wajib dilakukan dalam mengikuti perkembangan digital sekarang ini adalah lebih mengutamakan saring sebelum sharing. “Kemudian tidak menitikberatkan digitalisasi dalam berbagai aktivitas agar tidak timbul kemalasan untuk menggerakkan tubuh,” pungkasnya. (kar,dha)








