
KARANGASEM — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karangasem heboh. Pemantiknya, seorang pasien suspek Covid-19 meninggal dunia, Kamis (31/3) dini hari dan jenazahnya dibawa pulang paksa oleh pihak keluarga, tanpa mengindahkan protokol kesehatan seperti yang dianjurkan pemerintah.
Pasien merupakan warga Banjar Tukad Hitem, Desa Seraya Timur, Kecamatan Karangasem. Pasien masuk rumah sakit dengan gejala gangguan saluran pernapasan dan jantung, Rabu (30/3/2022) petang.
Direktur RSUD Karangasem dr I Gede Yuliasena didampingi Kabid Pelayanan dr. I Komang Wirya, membenarkan kejadian itu. Dia mengatakan, saat baru masuk rumah sakit, tim mendis sudah mengecek kondisi pasien. Hasil diagnonese pasien dinyatakan suspek Covid-19 dengan gejala ada pada saluran pernapasan dan jantung.
“Petang itu juga pasien langsung di rawat di ruangan Gangga, yang menjadi sal khusus untuk merawat pasien suspek Covid-19. Pasien juga sudah dilakukan swab, namun hasilnya belum keluar karena harus menunggu selama 24 jam,” terang dr Yuliasena.
Sayangnya baru beberapa jam mendapat perawatan, pasien keburu dipanggil Sang Khalik. Paramedis yang merawat pasien tersebut, tetap menjalankan prokes ketat saat akan memindahkan jenazah pasien ke kamar jenazah yang berlokasi di sisi selatan RSUD Karangasem.
Mendengar kabar pasien tersebut meninggal dunia, pihak kelurga buru-buru datang ke RSUD Karangasem, pagi sekitar pukul 08.30 Wita. Menggunakan dua moibil carry pikap, mereka merangsek mendekati kamar jenazah. Salah satu dari keluarga pasien, menyeruak masuk ke kamar jenazah dan membopong jenazah dinaikkan ke mobil carry.
Pemandangan tak elok itu, kontan memicu kepanikan. Dr. Komang Wirya selaku Kabid Pelayanan RSUD Karangasem langsung ambil sikap. Bahkan sebelum jenazah dibawa pulang paksa, pihaknya sudah mengingatkan, pasien meninggal dunia karena suspek Covid-19. Untuk memulangkannya harus harus melewati prosedur protokol kesehatan, seperti yang dianjurkan pemerintah.
“Kami sudah mengingatkannya, bahwa pasien meninggal dunia karena memiliki gejala suspek Covid-19. Hasil Swab memang belum keluar, tapi seuai prosedur kami wajib menerapkan prokes,” ucap dr. Komang Wirya, seraya menegaskan, pihak rumah sakit tidak ada maksud untuk mengcovidkan pasien, tapi hasil diagnose tim medis, pasien memang memiliki gejala suspek Covid-19.
Kasus pulang paksa jenazah suspek Covid 19 asal Seraya Timur itu, mendapat atensi khusus dari pihak RSUD Karangasem. “Kami sudah berkoordinasi dengan camat, Polsek Kota dan Puskesmas Karangasem II untuk bersama-sama mengingatkan keluarga almarhum untuk menerapkan prokes ketat di rumah duka,” pungkas dr Wirya. (wat/jon)








