
KUTSEL – Di usianya yang ke-60 tahun, Universitas Udayana segera merealisasikan asrama mahasiswa berkapasitas 6000 tempat tidur. Peletakan batu pertama bahkan telah dilakukan, Selasa (22/2/2022).
Asrama bernama Udayana Integrated Student Dormitory itu akan dibangun pada sebuah lahan seluas 4,5 ha di Jalan Raya Kampus Unud, Bukit Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan. Keberadaannya nanti akan dilengkapi berbagai sarana penunjang, sebagai fasilitas pendukung kawasan kampus terpadu Unud di wilayah Jimbaran.
Pemanfaatan lahan tersebut dilaksanakan melalui kerjasama pemanfaatan Barang Milik Negara. Guna menjamin aspek keamanan dan kenyamanan dalam realisasinya, juga telah dilakukan uji kelayakan atau feasibility study pada tahun 2021 lalu.
Rektor Unud Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, MEng. IPU mengungkapkan, pembangunan asrama tersebut merupakan sebuah mimpi besarnya beserta jajaran. Tujuannya untuk memfasilitasi mahasiswa baru dalam memperoleh lingkungan tempat tinggal yang terjangkau, bersih, nyaman, dan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang untuk kelancaran dalam mengikuti proses belajar mengajar.
Dibeberkan dia, Udayana Integrated Student Dormitory akan terbagi dalam 22 tower dengan total kapasitas 6000 tempat tidur. Ribuan tempat tidur itu terdiri atas sejumlah klasifikasi, yakni single room, split room, double room, triple room, four student room, dan suites. Di setiap kamar juga telah dirancang dan dilengkapi dengan full furniture.
Di samping itu, dalam kawasan asrama tersebut juga disiapkan sejumlah fasilitas lain guna menunjang efektivitas kegiatan mahasiswa. Di antaranya seperti cafetaria, mini market, ruang serbaguna, ruang bersama, fasilitas olahraga (indoor dan outdoor), serta area parkir.
“Ini kami laksanakan bekerjasama dengan Waskita Karya Realty. Ada 22 gedung yang akan dibangun, masing-masing memiliki 4 lantai. Selain itu, ada juga 3 tower untuk hotel yang akan dibangun belakangan. Mudah-mudahan ini bisa diselesaikan oleh teman-teman Waskita Karya sehingga nanti penyerahan kuncinya kita lakukan pada saat tanggal 31 Agustus 2022 ini. Karena kuliah perdana adalah di tanggal 1 September,” bebernya.
Udayana Integrated Student Dormitory, nantinya dikonsep terisi oleh para mahasiswa baru. Namun itu dibatasi hanya untuk 1 tahun pertama berkuliah saja. Setelah itu, maka asrama bersangkutan akan digunakan oleh para mahasiswa baru angkatan selanjutnya.
Di samping asrama bersangkutan, pada tahun ini juga akan dilakukan pembangunan 8 dekanat baru yang diperuntukkan bagi fakultas-fakultas yang sebelumnya berada di Kampus Denpasar. Semuanya juga ditarget sudah rampung pada tanggal 31 Agustus 2022.
“Dengan demikian, harapan kami nanti tidak ada lagi mahasiswa wara-wiri kuliah Bukit Jimbaran dan Denpasar, semata-mata untuk mengikuti kuliah. Di samping efetivitas waktu, kami juga mempertimbangkan sisi keamanan mereka di jalan, sehingga dibangunlah infrastruktur ini,” sebutnya.
Selain itu, Unud katanya juga akan segera membangun komplek perkuliahan yang disebut dengan istilah Lecture Building. Pengerjaannya diperkirakan akan menyusul pada pertengahan tahun ini.
“Saya harapkan nanti paling tidak kita akan membangun 4 Lecture Building. Dengan demikian, maka adik-adik mahasiswa dari prodi ataupun fakultas manapun, itu akan kuliah pada gedung yang sama, dan memiliki sarana prasarana dengan standar yang sama,” sambungnya.
Oleh berbagai langkah yang dilakukan, seluruh mahasiswa SO dan S1 ke depannya diharapkan bisa berkuliah di Bukit Jimbaran. Sementara kampus Unud yang ada di Jalan PB Sudirman dan Jalan Pulau Bali, rencana akan dimanfaatkan untuk kuliah khusus mahasiswa Pascasarjana. Baik itu S2, S3, Profesi, dan Dokter Spesialis.
“Dengan demikian maka akan terwujud infrastruktur pendidikan yang baik dan terintegrasi,” ucapnya sembari mengungkapkan target berikutnya yang berupa Student Center dan sarana Sport Center.
Sementara itu, Wakil Gubernur Bali Prof Dr Ir Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati MSi menyebut, pembangunan asrama itu notabene merupakan sebuah langkah besar dalam mewujudkan keinginan yang sangat mulia dari Unud. Termasuk dalam hal melakukan pemberdayaan terhadap aset yang dimiliki.
“Tentu ini akan memberikan nilai tambah kepada Unud untuk mengembangkan kelembagaan sekaligus memberikan keringanan dan kenyamanan bagi mahasiswa dan orang tua yang menitipkan anaknya menempuh perkuliahan di kampus Unud,” sebut pria yang akrab disapa Cok Ace itu.
Selain mengingatkan soal penyediaan area parkir memadai, Cok Ace juga sempat menekankan soal penerapan ornamen dan arsitektur Bali pada bangunan asrama. Sehingga keberadaan asrama tersebut benar-benar mencerminkan keberadaannya di Pulau Dewata.
Selain Cok Ace, momentum peletakan batu pertama itu juga dihadiri oleh Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) Dr Chatarina Muliana Girsang SH SE MH. Mewakili Mendikbud Ristek, dia menyampaikan bahwa pendidikan adalah hulu dalam membangun bangsa. Untuk itu, dalam pemberian layanan pendidikan, tentu tidak lepas dari kelengkapan sarana dan prasarana memadai.
“Bentuk kerjasama dengan PT Waskita Karya ini adalah bukti. Karena pembangunan asrama mahasiswa Unud yang terintegrasi ini menggunakan APBN 0 rupiah. Ini merupakan suatu pemikiran dan inovasi yang luar biasa dari Pak Rektor beserta seluruh jajaran. Karena efisiensi dari APBN telah Pak Rektor wujudkan sebagai pimpinan PTN BLU,” ucapnya.
Karenanya, dia mengaku sangat mengapresiasi dan mendukung program pembangunan tersebut. Apalagi yang dilakukan itu bukan hanya dapat diartikan sebagai pembangunan sebuah asrama semata. Melainkan juga menyatukan seluruh mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.
“Dengan ini maka keberagaman kita dapat semakin terjalin erat. Masyarakat dari luar daerah, tentu akan sangat terbantu oleh adanya ini. Apalagi dengan layanan yang sangat luar biasa seperti direncanakan,” sebutnya.
Selain apresiasi, dia juga berpesan agar keberadaan asrama tersebut nantinya dapat dikelola dengan baik. Di samping itu juga senantiasa mampu memberikan manfaat yang luas bagi seluruh civitas akademika dan masyarakat sekitar.
Ke depan, dia juga berharap agar para penghuni asrama nantinya bisa terbiasa menggunakan sepeda. Sejalan dengan konsep ramah lingkungan, maka dirinya berharap agar pembangunan asrama tersebut dibarengi dengan penyediaan jalur sepeda yang aman.
“Jika masih bisa, maka inilah titipan saya. Saya rasa ini sangat baik, dan kampus-kampus di luar negeri juga rata-rata menggunakan sepeda, sehingga sekaligus terbiasa berolahraga,” imbuhnya. (adii)








