
KUTA – Sejumlah sudut Jalan Tol Bali Mandara, kini sudah tampak hijau. Berbagai jenis tanaman telah ditempatkan pada titik-titik yang memang memungkinkan. Hal ini dilakukan dalam rangka menyambut gelaran G20 di Nusa Dua.
Manager Operation & Maintenance PT. Jasamarga Bali Tol I Putu Gandi Ginantra menuturkan, penghijauan di Jalan Tol Bali Mandara kini telah mencapai angka 90 persen. Itu dilakukan dengan jenis tanaman pilihan, menyesuaikan dengan keberadaan jalan tol itu sendiri. Seperti halnya pada median jalan akses masuk gerbang tol, yang dihijaukan dengan tanaman bugenvil atau bunga kertas. Sedangkan pada bagian taper, menggunakan pohon kamboja Bali, pandan Bali dan spider lily.
“Pemilihan tanaman itu, kami sesuaikan dengan kondisi di lapangan. Tanaman itu harus kuat dan aman untuk pengguna jalan. Kita juga tidak mau sembarangan dalam pemilihan tanaman, sehingga kita memakai jasa konsultan,” bebernya dihubungi Senin (21/2/2022).
Di samping penghijauan yang menjelang rampung, katanya juga dilakukan coating barrier dan railing. Itu berupa pengecatan ulang, sehingga tampilan menjadi lebih baik.
“Untuk coating itu baru mencapai 6 persen. Seharusnya pekerjaan itu mulai Maret, tapi kita lakukan percepatan pengerjaan pada minggu kedua bulan Februari,” bebernya.
Tidak berhenti sampai di sana, setiap tiang penerangan jalan umum (PJU) juga akan dipercantik dengan penambahan ornamen Bali. Jumlahnya, katanya mencapai angka 549 tiang.
“Mockup ornamen itu sudah terpasang di satu tiang pada ujung akses masuk tol Ngurah Rai. Untuk lainnya, ornamennya masih dalam proses fabrikasi,” sebutnya.
Bukan hanya itu, nantinya juga akan dilakukan pekerjaan scrapping, filling, overlay (SFO), expantion joint, dan rekonstruksi perkerasan badan jalan di titik Ngurah Rai. Pekerjaan rencana mulai dilaksanakan pada April 2022 nanti, dengan panjang total mencapai 1,2 km. Namun itu bukanlah semata-mata untuk menyambut pelaksanaan kegiatan G20, melainkan kegiatan tahunan atas kajian kondisi jalan. Baik itu menyangkut kekesatan ataupun ketidakrataan.
Disinggung soal rencana solar panel, Gandi pun mengaku berharap agar itu bisa terpasang sebelum G20 nanti. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) itu rencana disusun layaknya kanopi pada 6 titik jalur motor, yang masing-masing memiliki panjang 1 kilometer.
“Pemasangan solar panel itu sesungguhnya sudah kita rencanakan dari jauh-jauh hari sebelum KTT G20. Namun kebetulan realisasinya memang berbarengan dengan momen acara tersebut,” tambahnya.
Lebih lanjut disampaikannya pula, serangkaian pekerjaan itu ditarget rampung pada minggu pertama bulan Juli 2022, atau sebelum G20 nanti. Dengan demikian, maka tampilan jalan tol sebagai pendukung gelaran kegiatan tersebut, mampu memberikan kesan tersendiri bagi para delegasi yang melintas. (adi/jon)








