
DENPASAR – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Udayana (Unud) bergerak melakukan sosialisasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Itu dilakukan karena sepinya minat mahasiswa untuk turut bergabung dalam kegiatan Kampus Mengajar Angkatan ke-3, yang merupakan bagian dari program MBKM.
Sosialisasi tersebut dilaksanakan secara daring, dengan menghadirkan Dekan FMIPA yakni Dra Ni Luh Watiniasih MSc PhD, Wakil Dekan 1 Dr Drs G K Gandhiadi MT, Wakil Dekan 2 Dr Drs I Made Sukadana MSi, dan Wakil Dekan 3 Prof Ni Nyoman Rupiasih SSi MSi PhD. Selain itu, hadir pula para Koprodi, pembina kemahasiswaan, dosen FMIPA lainnya, serta para mahasiswa semester 3 dan 5 dari setiap program studi.
Sebagai narasumber, Dr Ir I Ketut Sardiana MSi yang merupakan Ketua MBKM Unud menyampaikan, inovasi merupakan hal wajib dimiliki oleh masyarakat pada umumnya, termasuk mahasiswa. Utamanya yakni inovasi yang meliputi kemampuan adaptive, collaborative, competitive, relevan, berwawasan kebangsaan, dan memiliki jiwa leadership. Inovasi semacam itu dipandang sebagai sebuah kebutuhan utama dalam menyongsong era saat ini.
Hal itu sudah disadari pihak Kemendikbudristek. Hingga akhirnya, untuk mendukung kemampuan tersebut, Kemendikbudristek mengeluarkan sejumlah program unggulan yang didanai dan dijamin 20 SKS di tahun 2021. Program-program tersebut yakni Magang dan Studi Independent, Indonesian International Student Mobility Award, Pertukaran Mahasiswa Merdeka, Kampus Mengajar, dan Pejuang Muda.
Terpisah disampaikan I Ketut Sardiana, ada beberapa persyaratan yang berlaku untuk bisa bergabung dalam program Kampus Mengajar. Di antaranya yakni minimal semester 4, IPK Minimal 3 dalam grade maksimal 4, dari program studi dengan akreditasi B, serta diprioritaskan kepada mahasiswa yang memiliki pengalaman berorganisasi dan berprestasi.
“Melalui kegiatan yang dijamin oleh kementerian ini, kami harap baik itu mahasiswa, dosen, ataupun kampus, dapat turut serta menyukseskan dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia secara merata dan bermutu,” sebutnya.
Di samping itu, pelaksanaan sosialisasi juga diharapkan mampu menjawab berbagai pertanyaan yang muncul akibat kekurangpahaman. Sehingga nantinya, bermuara pada meningkatnya minat mahasiswa untuk bergabung dalam kegiatan MBKM. (adi/jon)








