BadungHeadlinePeristiwa

Siswa SMP di Kuta Diduga Dihipnotis dan Nyaris Diculik

BADUNG – Seorang siswa SMP Negeri 1 Kuta berinisial IPD (11) kabarnya dihipnotis dan nyaris diculik, Jumat (5/11/2021). Kejadian itu sudah dilaporkan ke Polsek Kuta dan saat ini masih dalam penyelidikan.

Informasi yang dihimpun, IPD sepulang sekolah sekitar pukul 12.00 menuju salah satu toko waralaba dekat Uluwatu Boutique Jalan Legian, Kuta. Saat hendak belanja di minimarket itu, datang seorang laki-laki menanyakan alamat menuju Pantai Kuta.

“IPD menunjuk arah jalan menuju pantai Kuta kepada laki-laki yang tidak dikenalnya itu,”kata sumber, Senin (8/11/2021), mengutip keterangan IPD dalam laporannya di Polsek Kuta.

Seingatnya, laki-laki itu bertanya sembari memegang tangan kiri IPD. Kemudian, pria itu menyuruhnya ikut ke arah Uluwatu Boutique karena mau memarkir kendaraan.

“Sampai depan Uluwatu Boutique, IPD disuruh naik ke motor dan dia pun menuruti ajakan pria itu. Dia hanya mengetahui pria itu mengendarai Honda Scoppy warna hitam,” ungkap sumber.

Pria tersebut menyusuri Jalan Mataram, Kuta. Ketika berhenti di traffic light (TL) di simpang Patih Jelantik, anak itu akhirnya tersadar dibonceng orang tak dikenal. Sebelum lampu menyala hijau, IPD bergegas turun dan kabur menuju kos di kawasan Jalan Mertanadi, Abianbase.

“Pria itu sempat mengejarnya, tapi anak itu berhasil lolos. Sampai kos, dia menceritakan semuanya kepada ayahnya kemudian kejadian menimpang sang anak dilaporkan ke polisi,”beber sumber yang keberatan namanya diwartakan.

Kapolsek Kuta Kompol Orpa SM Takalapeta kepada wartawan membenarkan masuknya laporan tersebut. Hanya, ia enggan berspekulasi lebih jauh terkait dugaan percobaan penculikan anak di bawah umur itu. “Ya, laporannya sudah kami terima. Apakan itu ada indikasi penculikan, atau terlapor berencana mencuri HP anak dengan modus hipnotos, dan lain sebagainya, masih dalam penyelidikan,”tegasnya.

BACA JUGA:  Waspada Tinggi Gelombang Mencapai 4 Meter di Awal Juli

Sementara, Kepala SMP Negeri 1 Kuta I Wayan Sutarsa membenarkan adanya kejadian menimpa salah seorang siswanya. Ia langsung menindaklanjutinya dengan melayangkan surat imbauan kepada seluruh orang tua murid agar meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap anak-anak.

“Surat imbauan itu sudah kami kirimkan kepada seluruh orang tua pada Sabtu (6/11/2021) agar dilakukan pengawasan ekstra terhadap anak-anak,” ujar Sutarsa.

Tak hanya kepada orang tua, para guru, pegawai dan satpam juga diminta memantau semua aktivitas para murid secara intens, termasuk mengawasi ketika anak-anak dijemput. (dum)

Back to top button