Fakta Baru Kasus Paman Perkosa Ponakan, Zaenal Mengaku Sudah 5 Kali Setubuhi Korban

0
227
Kasat Reskrim Polres Jembrana rilis kasus persetubuhan anak di bawah umur

JEMBRANA – Zaenal (25), warga Kecamatan Negara, ditangkap Satuan Reskrim Polres Jembrana atas kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur. Pria yang kesehariannya bekerja sebagai nelayan, langsung dijebloskan ke ruang Sel Mapolres Jembrana.

Zaenal, tega menyetubuhi anak perempuan dari kakak kandungnya. Lantaran tertarik dengan kemolekan tubuh korban akibat sudah lama menduda, karena istrinya meninggal beberapa bulan lalu. Pelaku mengakui sudah 5 kali menyetubuhi korban. Pertama di bulan Mei 2021, sekira pukul 02.00 WITA dini hari, terakhir pada Selasa 19 Oktober 2021 sekira pukul 11-00 WITA. Kasus ini terungkap setelah orangtua korban melaporkan tersangka ke Polres Jembrana.

Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP, Reza Pranata menjelaskan, kasus persetubuhan anak di bawah umur terjadi Selasa 19 Oktober 2021 sekitar pukul 11 00 WITA. Pelaku masuk ke kamar korban dengan cara mengendap endap dari pintu belakang rumah saat korban tiduran sambil nonton televisi. Saat itu, orang tua korban tengah bekerja melaut. Korban yang tinggal di rumah bersama sang nenek, dipelukn dari belakang. Pelaku menarik tangan korban diajak berhubungan. Kehadiran pelaku sempat ditolak korban dengan berusaha melepas pelukannya. Namun korban tak berdaya hingga dilakukan persetubuhan.

Saat kejadian itu, sejatinya ada nenek korban yang berada di kamar sebelah. Nenek korban sempat mendengar kegaduhan di kamar cucunya.

“Namun apa daya neneknya menderita kelumpuhan akibat stroke tak bisa berbuat apa-apa,” jelas Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Reza Pranata seijin Kapolres Jembrana, Selasa 26 Oktober 2021.

Hasil pemeriksaan sejumlah saksi-saksi termasuk sejumlah barang bukti, pakaian rok warna hitam, sebuah BH dan celana dalam milik korban serta baju kaos lengan panjang warna abu, pelaku pun dibekuk di rumahnya.

“Pelaku mengaku bukan pertama kali menyetubuhi korban, bahkan sudah 5 kali. Pelaku mengaku melakukan karena suka dan bersedia memperistrinya,” ungkap AKP Reza.

Kasat Reza Pranata mengatakan, pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka. Tersanghka Zaenal dikenakan pasal 81 ayat (2) dan (3) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 .Tentang penetapan peraturan pemerintah penganti UU RI Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, menjadi Undang undang Yo pasal 64 KUHP.

“Tersangka tancaman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun serta dapat ditambah apabila dilakukan orang tua wali, pengasuh anak, pendidik atau tenaga kependidikan, “pungkasnya. (ara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five × two =