Keistimewaan Ikan Mas Koki Bali yang Kian Langka

0
477
Exhibition dan Charity Ikan Mas Koki Bali serangkaian Denpasar Festival 2020, Minggu (13/12/2020).

DENPASAR – Dikenal sebagai ikan mas gembrong karena sirip dan ekornya panjang dan menawan. Bahkan, panjang ekornya bisa melebihi tubuhnya serta memiliki kekhasan yaitu mampu bertahan hidup di media apapun, misalnya gerabah atau kolam dengan alat lengkap.

Hal tersebut dikatakan pecinta ikan mas koki Bali Ida Bagus Surya Merdika di sela-sela pameran Exhibition dan Charity Ikan Mas Koki Bali serangkaian Denpasar Festival (Denfest) 2020, Minggu (13/12/2020). Menurutnya, keistimewaan ikan mas koki Bali memiliki mata yang bulat seperti balon, badannya pendek, perutnya buncit serta ekor yang lebar dan panjang. Beberapa ikan juga terkadang tidak mengeluarkan mata besar, tapi beberapa dapat tumbuh dengan sempurna. “Keberadaan ikan mas koki ini cukup langka, hanya beberapa pembudidaya atau pecinta ikan mas koki saja yang memelihara karena ikan ini belum banyak yang mengenal,” kata Gus Dodik–sapaan Ida Bagus Surya Merdika, selaku Event Founder Exhibition dan Charity Ikan Koki.

Ikan Koki Bali itu identik dengan sirip dayung menyerupai kipas kura-kura. Antara badan dan ekor sangat beda, yakni ukuran ekornya dua kali dari pada ukuran badannya. Kecil ekornya, tapi memiliki bentuk sirip yang lunglai, dan panjang. Dulunya, ikan koki Bali sering dijadikan tali kasih. Sejarah Ikan Koki Bali itu berkembang di masyarakat pada golongan tertentu. “Jujur, kami belum menemukan jejak awal mula Ikan Koki Bali ini, karena konon adanya di puri-puri, sehingga sering disebut ikan kuno,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa dulunya jenis ikan-ikan itu bernama be mas, gembrong dan lainnya. Sejak digandeng Dinas Perikanan, barulah dinamakan Koki Bali. Ikan ini selalu bermutasi dengam pemeliharaan hingga puluhan tahun, bahkan ratusan tahun.” Mereka sangat mudah dipelihara, dimana saja bisa hidup, punya gerabah, atau kolam tanpa dilengkapi alat juga bisa bertahan hidup,” tandasnya.

Terkait pameran, Gus Dodik mengatakan sebagai ajang kebangkitan kelompok ikan mas koki Bali serta ajang berkumpul untuk memulai sesuatu yang positif agar nantinya keberadaan komunitas ini bisa eksis. Even ini unik dan masih jarang ada di Bali, sehingga berharap dukungan dari pemerintah. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, keberadaan komunitas ini diharapkan lebih berkembang kedepannya. “Besar harapan saya agar acara ini, bisa dilaksanakan terus dan selalu eksis di kancah perkokian lokal di Bali. Saya berharap agar selalu ada suport dari Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan serta Dinas Pariwisata Kota Denpasar. Saya sangat berterima kasih kepada para seponsor,” harapnya.

Sementara, Ketua Panitia Ketut Kurnia Amputra menjelaskan exhibition ini sebagai buah kolaborasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar dengan Komunitas PIK ( Pelestari Ikan Koki) Bali dan Goldfish Unitide. Event bertajuk “Exhibition dan Charity Ikan Koki” itu diramaikan 33 peserta dari lima kelompok tani, yaitu Mina Bun, Uma Sari, Wangaye Suralaga, Kepik Mas Bali dan Be Barong Mas Bali.

Masing-masing petani menyajikan 3- 4 ekor ikan koki dengan ukuran dan warna berbeda-beda, diantaranya Koki Ranhu, Oranda Ryukin, Demekin, Tosakin, Buterfly, dan Yuanbo. Pameran itu, juga menyajikan Gerabah Binoh. “Penggemar Ikan Koki di Bali berkembang pesat. Saya berusaha merangsang rekan komunitas dan masyarakt agar mau melestarikan ikan koki Bali yang memang sangat unik,” kata Kurnia Amputra.

Menurutnya, ajang ini juga sebagai acara temu kangen kepada anggota sesama penghobi koki, baik pemula, yang sudah biasa ataupun dengan sesepuh. Ajang ini juga sebagai bentuk edukasi, karena memberikan kesempatan bagi mereka yang mau belajar serta mau mengembankan khususnya Ikan Koki Bali. “Jujur ini sebagai bentuk edukasi dari kami. Karena kegiatan ini diisi workshop tentang ikan Koki. Ini memang perlu diperhatikan, sehingga nantinya ajang ini bisa bicara ke masyarakat. Harapan kedepan ajang ini bisa bikin lebih bagus,” ucapnya senang.

Kabid Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Denpasar I Wayan Hendaryana sangat mengapresiasi semangat komunitas PIK Bali ini. Kedepan kolaborasi seperti inilah yang diharapkan dan DNA terus menjadi tempat untuk para pelaku industri kreatif. Semangat ini perlu diberikan wadah dan fasilitasi, sehingga bersama- sama untuk menjadikan Denpasar sebagai tempat bertemu dan berkreatifitasnya berbagai komunitas. “Semoga kedepan tidak hanya Komunitas PIK Bali berkolaborasi Goldedfish Unitide dan Gerabah Binoh saja yang melalukan Extibition dan charity, saya juga mengundang komunitas ikan lainnya untuk berpameran di Gedung DNA ini,” ujarnya. (sur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here