Tambah 2 Kasus Konfirmasi, 2 Meninggal Dunia, 7 Pasien Sembuh

0
42
Juru Bicara GTPP Buleleng Ketut Suweca

BULELENG – Kasus terkonfirmasi atau positif Covid-19 di Kabupaten Buleleng masih terus bertambah namun menunjukan tren penurunan. Sesuai laporan dari Tim Medis Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng, ada penambahan 2 kasus konfirmasi, 2 kasus meninggal dunia dan 1 probable (meninggal dunia sebelum hasil test swab keluar). Sementara pasien sembuh atau sudah tidak terinfeksi Covid-19 sebanyak 7 orang.

”Dua kasus meninggal dunia, keduanya berasal dari Kecamatan Buleleng, sementara satu kasus probable berasal dari Kecamatan Tejakula,” ungkap Juru Bicara GTPP Covid-19 Buleleng, Ketut Suweca, Selasa (15/9/2020) saat menggeber penanganan Pandemi Covid-19 di Kabupaten Buleleng.


Suweca yang juga Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Kabupaten Buleleng ini memaparkan 2 kasus meninggal dunia tersebut, awalnya dilaporkan sebagai probable karena hasil test swabnya belum keluar saat pasien meninggal dunia. Setelah hasil test swab diterima kemarin dan menunjukkan positif Covid-19, maka tim medis GTPP Covid-19 Buleleng menyatakan pasien perempuan berumur 50 tahun yang masuk IGD RSUD tanggal 21 Agustus 2020, meninggal dunia akibat Covid-19 dengan komorbid (penyakit penyerta,red) diabetes militus (DM) tidak terkontrol selama 10 tahun, sehingga jari kedua kakinya menghitam. “Warga dari Kecamatan Buleleng ini meninggal dunia pada Sabtu (22/8/2020) lalu,” tandasnya.


Demikian halnya dengan warga Kecamatan Buleleng, laki-laki berumur 77 tahun yang masuk RS dengan gejala batuk dan pnomonia (sesak nafas).”Awalnya dilaporkan sebagai kasus probable karena hasil tes swabnya belum keluar. Setelah hasil test swab keluar kemarin dan menunjukkan positif, maka berdasarkan hasil diagnosa klinis, DPJP menyatakan yang bersangkutan meninggal dunia akibat Covid-19 dengan gejala pnomonia,” terangnya. Suweca menambahkan, saat pertama masuk RS pasien mengalami pnomonia bilateral, kemudian dirawat jalan. “Pada Rabu (12/8/2020), kembali masuk RS dengan hasil pemeriksaan pnomonia makin berat, dan meninggal dunia yang meninggal dunia pada Kamis (20/8/2020),” urainya.


Selain kasus meninggal dunia, Tim Medis GTPP Covid-19 juga melaporkan 1 kasus probable berasal dari Kecamatan Tejakula.”Warga tersebut meninggal dunia kemarin, sebelum hasil test swabnya keluar, sehingga dokter penanggungjawab pasien atau DPJP melaporkan sebagai kasus probeble,” jelasnya. Untuk jumlah pasien sembuh atau sudah tidak terinfeksi Covid-19 dilaporkan sebanyak 7 orang. Sementara jumlah kasus konfirmasi, dilaporkan sebanyak 2 orang, keduanya berasal dari Kecamatan Buleleng.”Penambahan kasus konfirmasi ini merupakan hasil tracing dari kasus konfirmasi sebelumnya,” tandas Suweca sembari mengajak dan mengimbau masyarakat agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. (kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here