Potensi Kekeringan, Denpasar Waspada, Buleleng Siaga

0
78
ilustrasi/foto : kominfo.go.id.

BADUNG –  Wilayah Denpasar dan Buleleng diindikasikan berpotensi mengalami kekeringan meteorologis hingga dua dasarian ke depan. Denpasar statusnya masih masuk dalam kategori waspada.  Sedangkan Buleleng kategori siaga.

“Itu adalah hasil monitoring kejadian hari kering berturut-turut dan prediksi probabilistik curah hujan dasarian,” ujar Kepala Bidang Data dan Informasi Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar Iman Fatchurochman, mengutip data Kedeputian Bidang Klimatologi – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Selain Denpasar, kata Iman Fatchurochman,  masih ada sejumlah daerah lain di Indonesia yang memiliki indikasi serupa dengan kategori waspada yaitu Jawa Barat (Cianjur dan Cirebon), Jawa Tengah (Demak dan Karanganyar), Jawa Timur (Blitar, Gresik, Jember, Surabaya, Lumajang, Mojokerto, Ponorogo, Probolinggo, dan Trenggalek), Maluku (Maluku Barat Daya dan Tanibar), Nusa Tenggara Barat (Lombok Barat dan Lombok Utara), serta Nusa Tenggara Timur (Alor, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, Sumba Barat, Sumba Tengah, dan Timor Tengah Utara).

Sedangkan kategori Siaga selain Buleleng, juga DI Yogyakarta (Bantul, Gunung Kidul, Yogyakarta, Kulonprogo, dan Sleman), Jawa Tengah (Jepara, Klaten, Purworejo, Sragen, Sukoharjo, dan Wonogiri), Jawa Timur (Bangkalan, Banyuwangi, Bojonegoro, Bondowoso, Lamongan, Madiun, Magetan, Malang, Nganjuk, Ngawi, Pamekasan, Pasuruan, Sampang, Sidoarjo, dan Situbondo), Nusa Tenggara Barat (Dompu, Bima, Mataram, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, dan Sumbawa Barat), serta Nusa Tenggara Timur (Belu, Ende, Flores Timur, Kupang, Lembata, Rote Ndao, Sabu Raijua, Sikka, Sumba Barat Daya, Sumba Timur, dan Timor Tengah Selatan).“Kemudian untuk wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan meteorologis dengan kategori Awas, adalah Nusa Tenggara Timur, tepatnya di Kota Kupang,” sambungnya sembari mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah setempat yang masuk dalam daftar, agar melakukan antisipasi. Utamanya berkaitan dengan potensi dampak kekeringan, misalnya terhadap sektor pertanian. Selain itu juga pada sektor lingkungan, kaitan dengan meningkatan potensi kebakaran hutan dan lahan, serta berkurangnya sumber air untuk kebutuhan rumah tangga. (adi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here