
GIANYAR – Temuan seorang warga Iran berinisial RAN dalam kondisi terikat dan terjatuh dari mobil di Desa Ketewel, Sukawati, Gianyar pada 7 Februari 2025 akhirnya terungkap.
RAN menjadi korban penyekapan dan perampokan dilakukan MNB dan JG yang juga warga negara Iran. Kedua pelaku ditangkap di Bandara International I Gusti Ngurah Rai.
Kapolres Gianyar AKBP Umar, Senin (24/2/2025) mengungkapkan, korban dan kedua pelaku sudah saling mengenal. RAN diduga memfasilitasi urusan administrasi keimigrasian MNB dan JG untuk masuk ke Indonesia.
“Kedua pelaku tiba di Bali dan dijemput oleh Korban di bandara pada 27 Januari 2025. Setelah beberapa hari menginap di Kuta, ketiganya mengontrak sebuah rumah di Desa Batubulan, Sukawati,”ujar AKBP Umar.
Pada 6 Februari, pelaku dan korban cekcok. Pemicunya karena salah satu istri pelaku yang hendak menyusul ke Bali justru ditahan di sebuah negara.
Merasa ditipu, pelaku meminta uang untuk urusan keimigrasian istrinya dikembalikan. Lantaran tak diberikan, MNB dan JG menyekap dan memukul korban di kamar mandi.
Sekitar pukul 07.00 Wita, korban dimasukkan ke bagasi belakang mobil, kemudian kendaraan dibawa oleh MNB. Sedangkan JG membuntuti memakai motor sewaan.
Dalam perjalanan, korban berontak dan berhasil melepas ikatan kemudian membuka pintu bagasi belakang mobil.
“Korban sempat terjatuh dan kembali dimasukkan ke bagasi untuk melanjutkan perjalanan,”beber Kapolres.
Kedua kalinya, korban berhasil menjatuhkan diri dari mobil di wilayah Desa Ketewel yang ada beberapa sedang beraktivitas. Takut ketahuan, mereka akhirnya meninggalkan korban.
Kedua pelaku menuju Bandara Ngurah Rai dan membeli tiket pesawat untuk pergi ke Kualalumpur.
Dalam hitungan cepat, tim Opsnal Gabungan Polsek Sukawati dan Polres Gianyar melakukan proses identifikasi.
Bekerja sama dengan pihak Imigrasi, para pelaku ditangkap saat hendak masuk ke pesawat dengan tujuan Kuala Lumpur.
“Setelah kami interogasi serta memeriksa barang bawaannya, kedua orang ini memang pelaku yang menyekap dan melakukan pencurian terhadap korban,” ungkap AKBP Umar.
Polisi menyita barang bukti milik korban berupa 6 buah HP, laptop serta uang. Turut diamankan mobil dan sepeda motor yang dipakai beraksi.
“Mengenai aktivitas korban yang diketahui pernah menjadi pengungsi yang terdaftar UNHCR dan beristrikan orang Indonesia akan dikembangkan lebih lanjut,” tandasnya. (jay)