
KLUNGKUNG – Masalah penumpukan sampah yang smpat terjadi di Pasar Galiran, Pasar Semarapura mendapat perhatian serius dari Ketua DPRD Klungkung Anak Agung Gde Anom. Menurutnya penanganan sampah tidak dapat hanya dilakukan oleh satu instasi yakni Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan, melainkan melibatkan berbagai pihak.
Termasuk Dinas Koperasi, UMKM dan Perindag melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar. Anak Agung Gde Anom mengajak semua pihak memperkuat kolaborasi mengatasi sampah.
Anak Agung Gde Anom, menekankan bahwa tumpukan sampah yang menggunung di pasar berdampak buruk bagi pasar itu sendiri. Selain mencemari lingkungan, kondisi pasar yang kotor, bau tak sedap, dan dipenuhi lalat dapat membuat pengunjung enggan datang dan pada akhirnya menurunkan penjualan.
“Kotor,lalat dimana-mana, bau menyengat akan mengakibatkan pasar sepi dan penjualan juga berkurang,” ungkap Anak Agung Gde Anom, Rabu (26/2/2025).
Untuk Itu poltisi senior PDIP ini mengapresiasi langkah-langkah yang diambil pihak UPT Pasar.Ia terus mendorong agar pengelolapasar mengangkut sampah yang masih tersisa dan sampah organik dibawa ke Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Gema Santi.Langkah seruan kepada pedagang agar memilah sampah dari sumber juga mendapat acungan jempol dari Anak Agung Gde Anom.
Anom menegaskan bahwa tidak ada alasan bagi pedagang untuk tidak memilah sampah dengan alasan sudah membayar retribusi setiap hari. Menurutnya jika tidak ada pemilahan sampah akan menyulitkan proses pengolahan sampah.
“Sampah harus dipilah baik oleh pedagang maupun petugas kebersihan pasar,”katanya.
Ia menambahkan masalah sampah sudah diatur dalamPerda Nomor 7 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah, yang mana memuat tentang waktu pembuangan dan sanksi bagi pelanggar.
Waktu pembuangan sampah sudah dijadwal,sampah plastik misalnya jadwalpemuangan hari Senin dan Jumat.Sedangkan di luar jadwal tersebut merupakan jadwal pembuangan sampah organik. Ia melihat penerapan Perda tersebut belum maksimal. Kondisi itu dinilainya menjadi salah satu penyebab penanganan sampah di Kabupaten Klungkung sedikit kacau.
Sebelumnya Kepala UPT Pasar Komang Sugianta mengatakan guna mendukung agar penanganan sampah pasar lebih efektif, ia mengeluarkan himbauan kepada pedagang, dimana himbauan itu berisi sejumlah point seperti pedagang diminta melakukan pemilahan sampah dari sumber yaitu sampah areal los dan kios dan pelataran.
Sampah yang sudah terpilah diletakkan/ditempatkan dengan baik di depan kios /los dan arealpelataran masing-masing. Pedagang dilarang membawa sampah rumah tangga atau dari luar pasar dibuang di dalam pasar.
Pedagang makanan dan minuman saji agar melakukan pengumpulan sisa makanan secara khusus dengan tempat khusus. Pedagang juga diajak ikut mengawasi dan melaporkan pembuangan sampah dari luar pasar. Serta pedagang diharapkan menyumbangkan kampil yang akan digunakan untuk tempat sampah residu. (yaan)