
BADUNG – Volume sampah kiriman yang menepi di pesisir barat Kabupaten Badung mulai mereda. Kabarnya, hal itu sudah tampak terjadi sejak sepekan terakhir. “Sudah reda, tapi masih ada,” ungkap Koordinator Deteksi dan Evakuasi Sampah Laut (Desalut) Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung, I Made Gde Dwipayana, Selasa (25/2/2025).
Meski demikian, menurut dia, musim sampah kiriman masih akan berlangsung hingga April mendatang. Hal tersebut mengacu pada pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya. Saat ini, volume tertipis terjadi di bentang pantai Kuta dan Legian. Sedangkan terbanyak, terjadi di Jimbaran. “Jenisnya dominan organik. Kecuali Kedonganan yang dominan plastik,” sambungnya.
Dalam periode kali ini, katanya total telah berhasil terevakuasi sebanyak 3.100 ton sampah. Untuk jenis kayu, dibawa ke Pusat Daur Ulang (PDU). Sementara lainnya, diarahkan ke TPA. “Tapi sekarang ini masih ada yang kami tempatkan sementara di STO (stopover) Kedonganan. Untuk kemudian on process kami angkut ke TPA,” ungkapnya.
Menurut data per Senin (24/2), pada STO dimaksud masih tersisa sekitar 700 truk. Itulah yang kemudian dicicil setiap hari, dengan rata-rata 30-35 truk/hari. Pada kesempatan tersebut Dwipayana juga menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Pusat dan berbagai pihak lain yang turut bergerak melakukan pembersihan sampah kiriman. Menurut dia, aksi-aksi tersebut sangatlah membantu dalam percepatan penanganan. (adi,dha)