
DENPASAR – Helatan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Karate yang digeber Pengprov (FORKI) Bali III 2025 tuntas sudah.
Pada even yang digelar di GOR Lila Bhuana Denpasar dan berakhir baru-baru ini itu terjadi kudeta terhadap juara bertahan tim kararte Lemkari Bali oleh tim karate Inkai Bali.
Inkai Bali berdiri di podium tertinggi dengan raihan 19 medali emas, 12 perak dan 10 perunggu, sedangkan runner up tim Lemkari Bali dengan capaian 16 emas, 10 perak dan 20 perunggu. Sedangkan ranking III ditempati tim FORKI Klungkung A dengan raihan 8 emas, 7 perak dan 10 perunggu.
Ketua Umum Pengprov FORKI Bali Armand Setiawan Wulianadi saat dikonfirmasi mengaku bersyukur seluruh pertandingan telah tuntas. Hanya yang menjadi penilaiannya terkait dengan kondisi venue yang bocor akibat hujan deras dan lampu penerang banyak mati.
Hal ini perlu mendapat perhatian dari para pemangku kepentingan untuk segera dilakukan perbaikan demi kenyamanan kalangan olahraga Bali.
“Saya sangat senang kejuaraan bisa selesai meski kondisi GOR Lila Buana memang perlu perhatian khusus dari pemerintah ataupun pihak-pihak terkait agar ke depan kita bisa lebih gampang mencetak atlet-atlet potensial,” tutur Armand Joger (sapaannya, red) di Denpasar, Selasa (25/2/2025).
Menyoal talent scouting karateka lanjutnya, dirinya memberikan catatan untuk para juara-juara Kejurprov.
“Memang saya melihat untuk juara-juara satunya memang kalau menurut pengamatan saya belum masuk kategori layak dikirim mewakili Kejurnas. Kondisi ini menjadi PR saya dan saya sudah langsung memerintahkan Binpres untuk nanti melakukan pemanggilan karateka,” tegasnya.
Diakui pria yang akrab disapa Armand Joger itu, pemanggilan atlet pertama untuk Kejurnas agar melibatkan tes fisik dengan demikian nantiNya FORKI Bali akan membuat standar-standar tes fisik mereka agar memenuhi syarat. Kalau itu sudah dipenuhi, dirinya bisa berangkatkan karateka Bali ke Kejurnas secara full tim.
Dirinya juga mengungkapkan untuk keberangkatan karateka ke Kejurnas di Riau perlu anggaran yang cukup besar. Oleh karenanya dirinya menginginkan atlet yang nantinya diberangkatkan mampu tampil maksimal. Pasalnya Kejurnas di Riau merupakan batu loncatan atlet menuju Kejuaraan Karate SEAKF Juni 2025 mendatang di Brunei. (ari/jon)