BadungEkonomiNasional

Ganti Kapal Tua, Pelni Ajukan PMN

BADUNG – Sejumlah kapal penumpang milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) terbilang sudah layak pensiun. Salah satu diantaranya, yakni Kapal Motor (KM) Umsini yang usianya bahkan sudah menginjak 39 tahun.

Karenanya, Pelni memprogramkan penggantian terhadap kapal-kapal tuanya. Terutama yang sudah berusia lebih dari 30 tahun. “Saat ini Pelni tengah memperjuangkan untuk mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk melakukan penggantian kapal. Ibu Dirut sudah terus bergerak untuk itu, dan sekarang bolanya ada di Kementerian Keuangan. Tahun ini kita ajukan Rp 3,2 triliun untuk 2 kapal,” ungkap Manajer Komunikasi Pelni, Ditto Pappilanda, di Kantor Pelni Cabang Denpasar, Kuta, Senin (17/6/2024).

Dua kapal tersebut adalah KM Umsini yang belum lama ini terbakar di Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar. Sementara kedua, adalah KM Kelimutu. “Dukungan pemerintah dalam bentuk PMN ini sangat kami harapkan. Mudah-mudahan bisa tahun ini,” ungkapnya.

Jika PMN didapat, maka Pelni dipastikan akan langsung bergerak melakukan survei galangan kapal. Namun berdasarkan pengalaman, besar kemungkinan kapal pengganti akan kembali dibuat di Jerman. Dengan target pengoperasian tercepat yakni pada tahun 2026 mendatang. “Tapi tahun ini mungkin kami akan cek terlebih dahulu ke Cina, Korea, dan Jepang,” sambungnya.

Kapal baru tersebut akan dibangun menyesuaikan dengan karakter kapal penumpang Pelni. Dengan kapal baru nanti, pelayanan diharapkan dapat diberikan lebih optimal sehingga para penumpang bisa lebih nyaman. “Prioritas yang sekarang tipe 1000 pax. Itu satunya di harga Rp 1,5 triliun,” imbuhnya.

Mengoperasikan kapal berumur, diakui dia, tentu tidak terlepas dari persoalan. Mulai dari efisiensi bahan bakar, hingga sulitnya mendapat suku cadang. “Spare part tidak bisa diorder begitu saja,” sambungnya.

Jika pengajuan tahun ini berhasil, maka PMN rencananya akan kembali diajukan pada tahun-tahun berikutnya. Yakni untuk melakukan penggantian terhadap kapal-kapal lain yang sudah mulai dioperasikan sejak sebelum tahun 90-an. “Dari 26 kapal, yang paling tua itu tahun 1985. Yang paling muda, itu 2008,” imbuhnya. (adi,dha)

Back to top button