DenpasarSeni

12 Sekolah Ikuti Kompetisi Teater di Ajang D’Youth Fest 4.0 di Gedung DNA

Lomba Operet This Week

DENPASAR – Menghidupkan seni teater di kalangan pelajar terus dilakukan. Salah satunya dilakukan oleh Komunitas Teater Kini Berseri  yang berkolaborasi dalam ajang D’Youth Fest 4.0. Ajang  berkomunikasi dan bertemunya berbagai pegiat teater dikemas dalam  sebuah perlombaan operet bertajuk Operet This Week (OTW).

Digelar berturut-turut dari 14 hingga 16 Juni 2024, di Panggung Taksu  Gedung Dharma Negara Alaya diikuti 12 sekolah tingkat SMA  menampilkan bakatnya dalam mengelaborasikan naskah berjudul Katalog Dunia Sihir ke dalam bentuk pementasan operet. Panggung Taksu pun disulap menjadi panggung hiburan bagi para pengunjung yang memadati seluruh kursi guna menyaksikan kelompok teater favorit mereka.

Operet This Week 2024 ini menjadi event keenam OTW dari Teater Kini Berseri yang kini berkolaborasi dengan D’Youth Fest 4.0. Bagi Indra Parusa selaku koordinator Kini Berseri mengatakan,  Operet This Week menjadi event yang tidak hanya bertujuan untuk berkompetisi meraih posisi juara, tetapi juga media belajar bagi para peserta tentang membangun sebuah pertunjukan. “Karena kalau manajemennya bagus, keaktorannya pasti bagus, ngatur penontonnya juga pasti akan pasti bagus,” jelas  Indra Parusa, Senin (17/6/2024).

Sementara itu, dalam penampilannya Teater Blabar dari SMAN 4 Denpasar menjadi teater pertama yang menampilkan pertunjukan di hari pertama gelaran OTW.  Rediva selaku sutradara dari Teater Blabar mengungkapkan, tantangan yang dihadapi dalam mempersiapkan pementasan pastinya tetap ada kesulitan.  “Pastinya sulit sekali ya apalagi dengan aktor yang banyak, pergantian aktor, perombakan naskah, dan durasi yang sedikit tetapi dengan bantuan berbagai pihak kita bisa menyelesaikan ini” ungkap Rediva.

 

Penampilan berikutnya dari Teater Kirana SMAN 6 Denpasar dan Teater Angin dari SMAN 1 Denpasar. Tak hanya dari Kota Denpasar, satu – satunya kelompok teater dari Gianyar juga ikut memeriahkan perlombaan operet tahun ini, yaitu Teater Jungut Sari yang berasal dari SMAN 1 Sukawati.

Senada dengan Rediva, sutradara Ariandi dari Teater Jungut Sari mengatakan tantangan dalam menampilkan garapan untuk lomba ini. “Karena dalam prosesnya kita sangat enjoy dan tidak ada tekanan sama sekali, dari awal mindsetnya yang diberikan oleh pelatih itu adalah bagaimana kita menjalankan sebagai hiburan bukan perlombaan, ” ungkap Ariandi. 

Tak kalah seru dari penampilan pertama, hari kedua gelaran Operet This Week kembali meriah dengan berbagai kreativitas yang dibawa oleh masing-masing kelompok teater mulai dari properti yang unik hingga background yang didesain sedemikian rupa menambah suasana lucu di panggung.

Kelompok teater tersebut diantaranya Teater Sativa dari SMA Dwijendra Denpasar, Teater Sangsaka dari SMKN 1 Denpasar, Teater Topenk dari SMAN 2 Denpasar, dan Teater Yin Yang dari SMAN 9 Denpasar. Antusiasme pengunjung kian meningkat sehubungan dengan penampilan terakhir dari tiga hari rangkaian lomba Operet This Week yang diisi oleh 4 kelompok teater, diantaranya Teater Limas dari SMAN 5 Denpasar, Teater La Jose dari SMAK Santo Yoseph, Teater Tiga dari SMAN 3 Denpasar, dan terakhir ditutup dengan penampilan ciamik dari Teater Antariksa dari SMAN7 Denpasar.

 

BACA JUGA:  Penyelenggara Pemilu Bermasalah di TPS Tidak Direkrut Lagi di Pemilukada

Naskah Katalog Dunia Sihir menjadi naskah yang dilombakan kepada 12 kelompok teater untuk kemudian dimodifikasi dengan kreasi masing – masing dalam bentuk penampilan operet. Benny Dipo selaku penulis naskah mengaku inspirasi dari latar cerita berawal dari kegiatannya menulis, “Kebetulan mau ambil tema magic karena lomba edisi sebelumnya belum pernah bawa tema magic, dalam Katalog Dunia Sihir ini ada menceritakan tentang seorang tokoh yang sedang menulis buku tentang sihir yang terinspirasi dari kegiatan saya yang dalam beberapa bulan terakhir juga sedang menulis buku tentang teori teater, jadi saya mencoba mengelaborasikan backstory pembuatan sebuah buku dalam sebuah petualangan di dunia sihir” ungkapnya.

Benny Dipo turut serta menjadi juri dalam perlombaan teater tersebut ditemani 4 orang lainnya, diantaranya Ridwan Matejo, Bayu Darmawan, Ayis Wisnawan, dan Ryo Aryawan. 

“lomba operet lainnya cenderung memilih juara satu dua dan tiga dinilai dari grup, dubbing, propertinya, dan kostumnya. Seiring berjalannya waktu saya merasa itu tidak fair, karena memungkinkan ada alumninya atau pelatihnya yang membantu, karena problem itu kami bikin lomba yang mengadu kekuatan bermain peran dari masing-masing aktor, ” tegas Benny Dipo. (sur,dha)

Back to top button