Pemalsu BPKB Diringkus

0
282

JEMBRANA-Tiga pelaku penipuan dan pemalsuan, dengan   modus menjaminkan surat  kendaraan atau Buku Pemilik Kendaraan Bermotor  (BPKB)  palsu,  diringkus Satreskrim Polres Jembrana Rabu (24/06 /2020) . Para pelaku terdiri dari Ni Komang Seniwati (47)  alias Buk Ayu asal Banjar Air Anakan, Desa Banyubiru. Ni Made  Swantini alias Swandewi alias Dek Pong, (35) asal Banjar Sengguan, Desa Penarungan, Badung. Serta  Moh Lasok Kapu  alias Johan (51) alamat Lingkungan  Chandra, Kelurahan  Dauh Puri, Kecamatan Denpasar Barat.


Para pelaku yang  memiliki peran berbeda,    diringkus ditiga  tempat berbeda.  Kasus  penipuan ini  bermula  dari laporan Koperasi Kredit Tri Tunggal Tuka Kantor  Cabang Pembantu di Negara  pada tanggal 6 Mei 2020. Pihak  Koperasi yang akan  menyita kendaraan yang dijaminkan   Ni Komang Seniwati  , lantaran  sudah  tiga kali tak melakukan pembayaran angsuran. Terdapat beberapa barang bukti  BPKB  dijadikan anggunan dikoperasi  tersebut  hingga  jumlah  pinjaman  mencapai Rp 160 juta. 


Adapun BPKB kendaraan  yang dianggunkan yakni BPKB Kendaraan Avanza  DK 1864 BI, tahun 2016 warna putih. BPKB kendaraan  CRV  DK 689 AV, tahun  2009, warna abu abu. Kedua BPKB itu  diangunkan dikoperasi dengan  atas nama  Seniwati,  sendiri  sebesar Rp 100 juta, Sedangkan atas nama anaknya  Putu Adiyuda Pratama,  BPKB yang diangunkan BPKB  kendaraan Avansa  DK 1866 OB, dengan   mendapatkan  uang Rp 60 juta. Setelah dicek kali cek  dikantor Samsat Jembrana, ternyata  surat atau BPKB yang diangunkan tersebut diduga materialnya palsu.


Dari  laporan itu, kemudian polisi melakukan penangkapan terhadap  Ni Komang Seniwati di Banyuwangi.  Dari pemeriksaan diketahui  Seniwati mendapatkan  BPKB dari  Ni Made  Swantini alias Swandewi alias Dek Pong, dengan cara membeli seharga Rp12 juta. Demikian pula Swantini mendapatkan BPKB tersebut dari   dari Moh Lasok Kapu,  dengan cara membeli dari harga   seharga Rp 6 juta hingga 9 Juta/BPKB. Swantini ditangkap di wilayah Badung . Sedangkan  Moh Kapu ditangkap  ditempat  asalnya Ponorogo.


Pengakuan Moh Kapu  bahwa   BPKB  tersebut dipesan  dari  seseorang berrnama Agus  Subaeri,  yang kini  masih menjadi buronan. Ketiganya  diringkus ditempat berbeda, Mereka  tidak  hanya  melakukan  penipuan di koperasi di wilayah Jembrana. Tesangka Seniwati dan Swantini yang kini dititipkan penahananya di Rutan  Negara, juga melakukan  hal serupa di salah satu koperasi di Tabanan. Tersangka Seniwati  juga pernah dipenjara tahun 2018 karena  kasus penipuan.


Sedangkan  Moh Lasok Kapu  yang keseharianya bercocok tanam  jamur tiram,  mengaku mendapatkan BPKB  dari  Agus Subaeri, sesuai pesanan  tersangka  Swantini. Setelah pesanan jadi, dikirim melalui bus jurusan Jawa Bali.


Terhadap  ketiga tersangka penipuan ini, dikenakan pasal sesuai perannya, terang Kapolres AKBP Ketut Gede Adi Wibawa, didampingi Waka Polres Kompol IB Dedi Januartha   serta Kasat  Reskrim AKP Yogie Pramagita. “Untuk  tersangka Seniwati  dijerat dengan Pasal 263 ayat (2) KUHP atau pasal 378 KUHP, sedangkan Swantini pasal 263 ayat (2) KUHP atau pasal 378 KUHP Jo Pasal 56.  Sedangkan Moh Kapu  dijerat Pasal 263 ayat (2) KUHP atau pasal 378 KUHP Jo Pasal 56 KUHP,” paparnya. (ara)  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five × 3 =