HeadlineKlungkungTerkini

Terkapar, Dililit Ular Piton di Depan Pura Dalem Majapahit

KLUNGKUNG- Apes dialami Gusti Ngurah Bagus Permana (16), warga asal Jalan Ratna, Kelurahan Semarapura Kelod, Kecamatan Klungkung. Bagus Permana terkapar di jalan setelah dililit ular piton di depan Pura Dalem Majapahit, Jalan Kresna, Lingkungan Pande, Kelurahan Semarapura Kelod Kangin, Kamis (21/5/2020).

Ular piton dengan panjang sekitar 2 meter lebih itu melilit leher Bagus Permana yang saat itu mengendarai motor DK 8593 AE. Bahayanya lagi, ekor ular bahkan nyaris sampai masuk ke dalam lubang hidung Bagus Permana. Untngnya, kejadian itu dilihat warga, sehingga Bagus Permana cepat mendapat bantuan dan dilarikan ke UGD RSU Klungkung.

Saksi Ernawati (22), warga Jalan Kresna,  yang pertama kali melihat kejadian itu, awalnya melihat Bagus Permana mengendarai motor supra DK 8593 AE sambil tangan kiri memegang kepala ular dan badan ular dililitkan di leher. Setelah itu Bagus Permana berhenti di TKP dan sempat mendongkrak motornya lalu langsung jatuh terlentang dengan leher terlilit ular.

BACA JUGA:   Arus Pendek Listrik, Bale Saka 6 Ludes Terbakar di Tabanan
Bagus Permana mendapatkan perawatan intensif di UGD RSU Klungkung

Saksi Ernawati seketika kaget melihat peristiwa itu lalu ia minta tolong kepada saksi lain, Ketut Sukadana yang juga warga Jalan Kresna. Sukadana pun mendekati TKP dan melihat leher Bagus Permana sudah terlilit dengan posisi ujung ekor ular sudah masuk ke lubang hidung dan kepala ular berada diselangkangan.

“Ketika itu orang tersebut sudah terkapar di pinggir jalan, namun sepeda motornya masih terdongkrak dalam keadaan hidup,” ungkap I Ketut Sukadana seraya menyatakan warga tidak berani menolong karena khawatir dengan pandemi Covid-19. “Soalnya virus corona seperti saat ini,” ujarnya.

Warga pun ramai mendekati TKP lalu menghubungi polisi. Petugas dari Polsek Klugkung Klungkung akhirnya melarikan Bagus Permana ke RSU Klungkung dan ular diamankan oleh petugas. Polisi mendapat informasi dari Gusti Ayu Nopi Permitasari yang juga adik dari Bagus Permana, ular itu baru ditangkap dan belum sempat dibawa pulang. Menurut Nopi Permitasari, kakaknya itu sering menangkap ular dan memeliharanya.

Humas RSU Klungkung Gusti Putu Widiyasa menyampaikan, saat tiba di RSU  pasien dalam lemas dan sempat berontak. “ Ada bekas lilitan di leher pasien, saat ini masih dalam perawatan,” kata Widiyasa. (yan)      

Back to top button