Nedunang Kris Pejenengan, Penglisir Puri Sukasada ‘Mralina’ Covid-19

0
800
MERELINA COVID-19 : Ritual upacara nedunang Keris Pajenengan Angkutan Ki Barak Panji Sakti di Pura Parahyangan Gedong Sakti Puri Anyar Sukasada

BULELENG – Dengan menggelar upacara ‘nedunang’ (mengeluarkan,red) pusaka Keris Pajenengan Anglurah Ki Barak Panji Sakti, pengelisir Puri Anyar Sukasada, Anak Agung Ngurah Dwipayana berharap wabah pendemi Covid-19 cepat berlalu. Ritual yang sama, saat terjadi wabah ulat bulu di Kabupaten Buleleng ini dilaksanakan bersama sepuluh pandita dari berbagai wilayah di Bumi Den Bukit.

“Ada tujuh proses, salah satunya pelaksanaan upacara pengider bhuwana, setelah ritual ini pukul 17.30 WITA, tirta yang dipendak disebarkan para pemangku di wilayahnya masing dan besok baru nunas untuk kita,” ungkap Dwipayana, Selasa (19/5/2020) usai pelaksanaan upacara ‘pengider jagat’ dan ‘mralina’ Covid-19 di Pura Parahyangan Gedong Sakti, Puri Anyar Sukasada.

Pelaksanaan ritual upacara yang disaksikan oleh Komandan Sub Den POM IX-3 Singaraja, Kapten CPM I Ketut Subawa ini, kata Dwipayana, merupakan salah satu upaya mencegah dan menangani wabah pendemi Covid-19. “Kehadiran beliau (Ndan Sub Den POM IX-3 Singaraja, Kapten CPM I Ketut Subawa,red) sepertinya sebagai upesaksi, karena sam sekali kami tidak mengundang beliau secara khusus,” tandas Dwipayana seraya menegaskan penanganan wabah pendemi Covid-19 harus dilakukan secara holistik.

Penglingsir Puri Anyar Sukasada, Anak Agung Ngurah Dwipayana.

Tidak bisa parsial, karena pandemi yang terjadi tidak mengenal umur, jabatan, bahkan negara. “Inilah tiang katakan poroses penanganan Covid-19 harus dilakukan secara holistik, apa yang dilakukan oleh masyarakat, apa yang dilakukan pemerintah,” ujarnya.

Pencegahan, penanganan dan penanggulangan wabah pandemi Covid-19, harus dilaksanakan sesuai swadarma masing-masing dan dipertanggungjawabkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. “Lakukan sesuai dengan swadarma  masing-masing, laksanakan secara benar dan patut, dan pertanggungjawabkan kepada tuhan yang maha esa,” jelas Dwipayana.

Dia mengisyaratkan jika segala upaya, dilakukan secara disiplin dan yakin maka harapan wabah pendemi Covid-19 ini akan berlalu pada Bulan Juni 2020 akan terwujud.”Segara upaya niskala sudah dilakukan oleh banyak pihak, bukan hanya disini tapi juga spriritual diseluruh dunia. Begitu juga upaya sekala, dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat, hasilnya mari kita serahkan kepada tuhan yang mahe esa,” pungkasnya.(kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here