GianyarPolitik

Anak Agung Alit Kakarsana Masuk Bursa Cawabup Gianyar 

GIANYAR – Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus tengah bergerak menyerap aspirasi tokoh masyarakat untuk dicalonkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gianyar periode 2024-2029.

Sejumlah nama pun mencuat seperti Prof. Tjokorda Gde Raka Sukawati alias Cok De, Tjokorda Ngurah Suyadnya alias Cok Wah, Tjokorda Gde ‘Anom’ Asmara Sukawati, Cok Rai Darmayuda, Anak Agung Alit Kakarsana, I Wayan Tagel Arjana, dan I Nyoman Diana.

Nama-nama tersebut sedang digodok, tapi paling santer adalah tokoh Puri Ubud, Tjokorda Gde Raka Sukawati alias Cok De. Bahkan, baliho dukungan terhadap Undagi Bade ini telah terpasang di sejumlah persimpangan.

Smeentara, tokoh Puri Ageng Blahbatuh, Anak Agung Alit Kakarsana alias Gung Alit digadang-gadang sebagai calon wakil bupati. Bahkan, namanya selalu disebut-sebut dalam simakrama tokoh masyarakat dan KIM.

BACA JUGA:   Peringati Bulan Bung Karno, BMI Buleleng Tanam Pohon di Pura Puncak Landep

Terkait namanya yang masuk bursa cawabup Gianyar, AA Alit Kakarsana menyampaikan ucapan terima kasih dan mengapresiasi niat baik parpol melaksanakan silaturahmi pertemuan di Puri Ageng Blahbatuh untuk memilih pemimpin secara musyawarah kekeluargaan.

“Mudah-mudahan karena di Puri Blahbatuh mengedepankan pengabdian. Tyang sendiri merasa terpanggil untuk ikut bersama-sama melakukan pendekatan sosial,” ujar pengelingsir puri yang dipandang dekat dengan sejumlah jenderal di Jakarta ini.

Kendati demikian, Gung Kakarsana tetap berharap ada calon yang lebih kompeten darinya yang ditetapkan secara legalitas formal melalui seleksi yang digelar oleh partai politik. Tentunya atas saran dan masukan dari masyarakat luas.

BACA JUGA:   MPP Gianyar Mulai Beroperasi, Warga Antri Urus Adminduk

“Pertemuan ini akan berlanjut, sehingga terakumulasi hasil yang terbaik. Mudah-mudahan doa kita bersama tercetus pemimpin Gianyar yang betul bisa kita harapkan membawa perubahan yang lebih baik,” terangnya.

Ditanya kesiapanya, Gung Kakarsana tak mengelak. “Ya nanti kita lihat mekanisme dulu, saya justru ingin tokoh yang lebih baik muncul. Tapi kalau memang ke depan dalam formulasi mendapat dukungan tentu melalui mekanisme itu kalau memang masyarakat memberikan dukungan, seleksi internal juga baik tentu sebagai WNI harus siap,” ujar Kakarsana. (jay)

Back to top button