Sport

Bali United Haram Kalah dari Persikabo Agar 4 Besar Aman

DENPASAR – Bali United yang berkekuatan 21 pemaian yang dibawa ke Yogyakarta sangat fokus terhadap lawannya Persikabo 1973 pada laga pekan 31 Liga Indonseia di Stadion Sultan Agung, Bantul, Senin (15/4/2024) malam.

Tekad dan fokus menang dan mengharamkan untuk kalah menjadi motivasi utama bagi Irfan Jaya dkk di markas lawan demi bisa mengamankan posisi tetap berada di 4 besar sampai akhir kompetisi nantinya.

Secara ranking memang Bali United jauh diatas lawannya. Bali United sementara ini bercokol di ranking 3 klasemen sementara dengan 52 poin diatas ranking 4 Madura United dan PSIS Semarang dengan poin sama yakni 47.

Artinya di sisa 4 laga Serdadu Tridatu tak boleh terpeleset jika tak ingin dilalui kedua tim dibawahnya itu. Sedangkan calon lawan Bali United, Persikabo 1973 sudah dipastikan degradasi musim ini dengan 17 poin saja.

BACA JUGA:   Akhir Mei, Aquatik Denpasar Helat Kejuaraan Selam Kolam

Pada 4 laga sisa memng apapun bisa terjadi sehingga Bali United menaruh fokus untuk mampu mengamankan hasil terbaik demi menjaga ranking yang diamankan itu agar bisa lolos babak Championship Series.

Sayangnya pelatih Bali United, Stefano “Teco” Cugurra tidak bisa mendampingi timnya di tepi lapangan akibat terkena akumulasi kartu sehingga sementara digantikan asisten pelatih Stefan Keltjes.

“Sekarang ini kami memerlukan kemenangan agar lebih dekat peluang bbisa tembus 4 besar musim ini. Tim kami harus tetap menjaga tipe kerja keras seperti saat kami menang melawan Persija Jakarta lalu,” Stefan Keltjes saat PMPC, Minggu (14/4/2024).

BACA JUGA:   KONI Blitar “Belajar” Soal Prestasi dan Sport Tourism

Stefan benar, menghindari kekalahan memang harus dilakukan agar tak terpeleset dan menjadi peluang Madura United dan PSIS Semarang kian ekat menempel timnya. Dan meski Persikabo di posisi zone degradasi namun Teco tak mau memandang sebelah mata.

“Kami tak mau menilai bagaimana tim lawan namun pastinya kami respek dengan apa yang menjadi tugas dan kewajiban tim kami sendiri. Bagaimanapun kami tetap respek dengan Persikabo 1973 seperti im rival lainnya. Lawan pastinya juga akan tetap ingin menang juga dan ingin mengalahkan lawan yang dianggapnya kuat. Kemenangan melawan Persija lalu juga menjadi bagian dari semangat para pemain kami,” demikian Stefan. (ari/jon)

Back to top button