BadungSosial

Mau Tirtayatra? Pemkab Badung Sediakan Bus Gratis, Ini Syarat dan Ketentuannya!

MANGUPURA – Pemkab Badung ternyata memiliki program memfasilitasi masyarakatnya yang memiliki kegiatan dan membutuhkan kendaraan operasional.

Salah satu kegiatan yang didukung dengan kendaraan operasional seperti bus, adalah kegiatan tirtayatra. Program bus gratis ini tersebar di empat Perangkat Daerah (PD) sesuai dengan tupoksinya masing-masing.

Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Badung I Gede Eka Sudarwitha menjelaskan, program fasilitasi kendaraan untuk masyarakat sebenarnya telah ada sejak dulu, akan tetapi baru pada tahun anggaran 2024 diarahkan programnya ke perangkat daerah.

“Selain kami di Dinas Kebudayaan, program ini ada juga di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga, Dinas Sosial dan Kesbangpol,” ungkap Sudarwitha saat dikonfirmasi, Selasa (2/4/2024).

BACA JUGA:   1553 Narapidana dan Anak Binaan di Bali Dapat Remisi Khusus Idup Fitri, 9 Langsung Bebas

Dia mengaku antusias masyarakat memanfaatkan program yang merupakan gagasan Bupai Giri Prasta ini cukup tinggi. Misalkan untuk upacara Ngusaba kedasa di Pura Batur, dan upacara betara turun kabeh di Pura Besakih, sudah ada lebih dari 20 permohonan. Bagaimana syaratnya dan ketentuannya? Pejabat asal Petang ini mengungkapkan, yang pertama program ini khusus untuk masyarakat Badung.

“Program ini untuk kelompok atau organisasi masyarakat di Badung yang sudah memiliki SKT (Surat Keterangan Terdaftar), mengajukan surat permohonan yang ditujukan ke Bupati Cq PD terkait,” ujarnya.

BACA JUGA:   Sekda Dewa Indra Ingin Tanamkan Kepedulian Terhadap Kondisi Nyata di Lapangan

Untuk Dinas Kebudayaan sendiri yang mengajukan permohonan untuk Sekehe Teruna/Yowana, Desa Adat dan Subak, kelompok kesenian. Kebangpol bisa mengajukan untuk organisasi masyarakat (ormas), Dinas Sosial seperti kelompok lansia, organisasi Pertuni, begitu pula dengan Disdikpora. “Yang jelas sesuai dengan tufoksi masing-masing perangkat Daerah,” imbuhnya.

Ditanya soal anggaran, Sudarwitha mengungkapkan untuk di Dinas Kebudayaan kegiatan ini pada anggaran induk 2024 dipasang Rp5 miliar. Untuk PD lain pihaknya kurang tahu, namun informasinya angkanya juga miliaran. Dia menambahkan program fasilitasi kendaraan ini bukan hanya untuk tirtayatra, tapi juga untuk kegiatan sosial kemasyarakat lainnya. (lit)

Back to top button