BulelengEkonomiTerkini

Apresiasi Seruan Mentan, Perumda Swatantra Intensifkan Pola Tripartit Pangan Daerah

BULELENG – Pemkab Buleleng tak hanya mengapresiasi seruan Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia Amran Sulaiman terkait penguatan produksi pangan daerah melalui program ‘City Farming’ dengan memanfaatkan asset milik daerah yang difasilitasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng.

Dengan menggerakkan Perumda Pasar Argo Nayottama (PAN) Buleleng dan Perumda Swatantra, Pemkab Buleleng juga telah mengintensifkan Ekosistem Pangan Pertanian Terintegrasi Hulu Hilir yang dibangun melalui pola Tripartit oleh Perumda Swatantra bersama BPD Bali Cabang Singaraja dan Koperasi Sidayu Penarukan.

“Seruan pak menteri pertanian itu kita apresiasi dengan membuka Gerai Inflasi bersama Perumda PAN Buleleng di Pasar Anyar dan Pasar Banyuasri sebagai outlet untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok,” ungkap Dirut Perumda Swatantra Gede Bobi Arianto usai memantau Gerakan Pangan Murah jelang Hari Suci Idul Fitri 1445 Hijriah, Selasa (2/4/2024).

BACA JUGA:   Kapolres Klungkung Minta Tingkatkan Kewaspadaan Jelang Idul Fitri, Jangan Sampai Ada Kejahatan Menimpa Wisatawan

Selain membuka Gerai Inflasi, kata Bobi, Perumda Swatantra yang masuk dalam Satgas Pangan Daerah juga telah membangun ekosistem pertanian terintegrasi hulu hilir, khususnya untuk produk beras melibatkan BPD Bali Cabang Singaraja untuk pendanaan dan petani/kelompok tani yang tergabung dalam Koperasi Sidayu Kelurahan Penarukan Kecamatan Buleleng.

“Saat ini, kerjasama tripartit yang kita bangun tahun lalu sudah menunjukkan hasil berupa pasokan beras lokal yang melimpah sejak Bulan Maret lalu, cukup untuk cadangan pangan daerah. Dengan cadangan beras lokal yang ada, kita bersama Perumda PAN Buleleng menyaluarkan beras subsidi dengan harga Rp 14.000,- sampai dengan Rp 15.000,- dibawah harga pasaran untuk bisa menjaga stabilitas harga,” terangnya.

Penyaluran beras lokal bersubsidi ini, dapat menjadi pilihan bagi masyarakat untuk mendapatkan beras dengan harga terjangkau selain beras SPHP yang disalurkan Perum Bulog dengan harga Rp 10.900,-/kg.

“Melalui intervensi ini, selain menjamin ketersediaan bapok dengan harga terjangkau juga diharapkan mampu menekan laju inflasi,” pungkasnya. (kar/jon)

Back to top button