Budidaya Jamur Tiram di Loloan Timur Manfaatkan Rumah Panggung

0
120

JEMBRANA – Pandemi tak menyurutkan warga membuka peluang usaha baru. Seperti yang dilakoni Wahyu Hidayatullah, warga di Lingkungan Loloan Timur, Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana. 

Jamur tiram hasil budidaya warga di Lingkungan Loloan Timur.

Dengan memanfaatkan rumah panggung (khas Bugis) yang dimilikinya, pria yang termasuk anggota pemuda Kampung Loloan ini, budidayakan jamur tiram.  

Alhasil usahanya yang sudah berjalan dua tahunan, setiap hari memproduksi jamur tiram 5 kilogram, setiap kali panen. Bahkan  tak hanya jamur untuk keperluan konsumsi, atau bahan baku  kripik jamur, sisa dari limbah pembudidayaan juga  menghasilkan ulat maggot.

Wahyu Hidayatullah ditemui Kamis (16/6/2022) bahwa sejak pandemi Covid-19, dia melakoni budidaya jamur tiram. Ia memanfaatkan rumahnya untuk tempat penanaman jamur, kebetulan ruang lantai bawah  rumah panggung memang kosong.

Menurutnya, budidaya jamur tiram tidak terlalu sulit, bahkan hanya perlu menata kelembaban serta tidak terkena sinar matahari. Bahkan hasilnya pun lumayan cukup menggiurkan. Bibit untuk budidaya jamur sementara membeli di luar kabupaten, dan bahan jamur hitam mudah diperoleh.

Disebutkan Wahyu, kini ada 2.000 log jamur yang ditata rapi di bilik ruang pelembaban jamurnya. Sedangkan limbah jamur bisa dimanfaatkan pakan belatung/ulat maggot BSF (black soldier fly).

Dimana pakan ini baik juga untuk pakan ternak seperti unggas ayam dan burung. Disebutkan untuk hasil panen dalam 1 hari panen 5 kg jamur tiram. Harga jamur per kilo Rp18 ribu. 

Dengan hasil usaha ini pun justru berpeluang menggerakan roda perekonomian tentu akan berjalan dengan baik. Yang diperlukan hanya modal ketelitian dan kesabaran serta mau berusaha.

Untuk pemasaran sendiri, disebutkan melalui media sosial, pasar yang ada di Jembrana dan warung sekitar lingkungan Loloan.

Harapannya tentu merambah ke tempat-tempat wilayah Jembrana lainnya. Wahyu mendorong anak muda untuk memanfaatkan lahan di kampung yang tidak terpakai untuk berwirausaha. (ara,dha)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 − two =