Bersamaan GPDRR 2022, UNDP Ajak Siswa di Tanjung Benoa Berlatih Siapsiaga Tsunami

0
122
simulasi tanggap bencana
Pelaksanaan latihan kesiapsiagaan tsunami yang dilaksanakan atas kerjasama UNDP dan BNPB di Tanjung Benoa

KUTSEL – Bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), United Nations Development Programme (UNDP) menyelenggarakan latihan kesiapsiagaan tsunami di SD Negeri 2 Tanjung Benoa, Selasa (24/5/2022). Latihan tersebut sebagai bagian dari World Reconstruction Converence kelima (WRC5) yang digelar bersamaan dengan 7th Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR).

Dilaksanakannya kegiatan itu, dalam rangka menyiapkan para siswa untuk merespon sistem peringatan dini kedaruratan. Selain itu, juga sekaligus meninjau zona evakuasi di Hotel Ion Benoa. Hotel bersangkutan adalah salah satu dari tujuh hotel lainnya, yang telah menjalankan MoU dengan Kelurahan Tanjung Benoa sebagai penunjang evakuasi aman, difasilitasi UNDP.

Kegiatan tersebut dihadiri Deputi Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Amina J Mohammed. Dalam paparannya, dia menggarisbawahi pentingnya tindakan dini untuk memitigasi dampak bencana. Bahkan menurut dia, bencana merupakan ancaman atas pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan alias Sustainable Development Goals (SDGs).

“Bencana berpotensi dalam waktu singkat menghilangkan hasil pembangunan bertahun-tahun bahkan berdekade-dekade. Latihan hari ini, sangatlah penting sebagai tindakan awal. Karena setiap orang mempunyai tanggung jawab untuk saling melindungi, untuk menghentikan daya rusak bencana (stop the spiral), juga memastikan kita mempunyai kesiapsiagaan yang baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Asisten Sekretaris Jenderal PBB/UNDP Asisten Administrator dan Direktur Biro Krisis, Asako Okai menyebutkan, prakarsa regional UNDP serta mitra-mitra regionalnya, telah bersama-sama mengidentifikasi sekolah-sekolah yang rentan terkena tsunami. Sekaligus juga mengkaji dan memperbaharui rencana kesiapsiagaan sekolah, mengadakan latihan evakuasi, serta mengadvokasi untuk dimasukkan kesiapsiagaan tsunami ke dalam kurikulum sekolah.

“Prakarsa tindakan awal ini dilakukan melalui peringatan dini dan mengikutsertakan warga terutama yang paling rentan,” sambungnya sembari menyebut bahwa melalui latihan kesiapsiagaan tsunami itu, diinformasikan mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mengurangi risiko cedera serta cara terbaik menghindari konsekuensi bencana alam.

Sekilas mengabarkan, atas dukungan pemerintah Jepang, sejak tahun 2017 UNDP telah menyelenggarakan latihan kesiapsiagaan tsunami untuk siswa sekolah. Utamanya yakni pada sekolah-sekolah daerah pesisir di 18 negara Asia Pasifik termasuk Indonesia. Prakarsa UNDP tersebut berfokus pada penguatan kesadartahuan dan kesiapsiagaan tsunami.

Sementara terpantau di lokasi, latihan tersebut ternyata bukan hanya diikuti oleh siswa SD Negeri 2 Tanjung Benoa saja. Melainkan juga para siswa SD Negeri 1 Tanjung Benoa dan SMP Negeri 3 Kuta Selatan. Sehingga jumlah total siswa yang terlibat adalah sebanyak 700-an orang. Dalam simulasi, ratusan siswa SD Negeri 2 Tanjung Benoa diarahkan ke Hotel Ion. Sementara siswa SD Negeri 1 ke Sakala Hotel, dan SMP Negeri 3 Kuta Selatan ke Grand Mirage. (adi/jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

5 × 1 =