Wujudkan Corporate Farming, RMU Modern akan Dibangun Tanpa APBD

0
226
Bupati Tamba bersama Hendrianto Setiawan meninjau Subak Tibu Beleng yang rencananya akan dibangun RMU modern.
Bupati Tamba bersama Hendrianto Setiawan meninjau Subak Tibu Beleng yang rencananya akan dibangun RMU modern.

JEMBRANA – Dalam upaya meningkatkan kemandirian serta kesejahteraan petani, Pemkab Jembrana didukung Kementerian BUMN RI, akan merealisasikan konsep corporate farming.

Adapun subak Tibu Beleng di Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, dipilih menjadi pilot project kemandirian petani di Kabupaten Jembrana.

Konsep ini selain dibantu Kementerian BUMN melalui Bank Mandiri pusat, juga melibatkan subak, perumda, sehingga sama sekali tidak dibiayai APBD. Melalui dukungan dana CSR dari Bank Mandiri, di Subak Tibu Beleng yang mencakup luasan 360 hektare, direalisasikan pembangunan Rice Milling Unit (RMU) berskala modern.

Ditahap awal, CSR Bantuan RMU melalui Bank plat merah itu, sekaligus menjadi satu satunya diBali yang diturunkan diKabupaten Jembrana.

Estimasi nilai CSR yang diberikan sebesar Rp15 miliar. ”Memang ini merupakan proyek satu-satunya yang kita akan kerjakan di Bali. Proyek seperti ini kita (bank Mandiri) baru dua yang kita bangun dan itu ada di daerah Jawa, bahkan secara managemen pengelolaan dengan pola teknologi telah berjalan dengan baik,” kata Hendrianto Setiawan, Goverment Project Bank Mandiri, seusai peninjauan lapangan bersama Bupati I Nengah Tamba Kamis (20/2) bertempat di Balai Subak Tibu Beleng.

Hendrianto Setiawan menambahkan, dipilihnya Kabupaten Jembrana untuk bantuan CSR dari Bank Mandiri Pusat yakni, RMU modern lantaran komoditas padi di sini Jembrana, sangat potensial.

“Selain Kabupaten Jembrana komoditas padinya sangat potensial juga komitmen Pak Bupati, aparat Pemda termasuk komitmen krama subak Jembrana itu sangat tinggi,” tegasnya.

Terkait dengan rencana pembangunan RMU, diungkapkan Hendrianto, dipastikan dalam waktu cepat segera direalisasikan. ”Harapan kita semoga semuanya bisa dilancarkan sehingga dalam waktu singkat dapat diwujudkan. Dengan dibangunnya RMU skala modern ini kita harapkan mampu mendorong petani agar menjadi petani yang modern, produktif dan bisa mensejahterkan para petani itu sendiri,” tegasnya.

Sementara Bupati I Nengah Tamba mengatakan, bantuan CSR dari Kementerian BUMN melalui bank Mandiri pusat itu berawal dari diskusi dengan Menteri BUMN Eric Tohir.

”Sebelumnya kami lakukan diskusi dengan Pak Menteri Eric Tohir. Saat ini Bank Mandiri dalam bentuk CSR akan membantu para petani kita yang ada di kabupaten Jembrana. Tadi kita jadikan percontohan awal adalah subak Tibu Beleng, desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo,” ujarnya.

Bupati asal Desa Kaliakah ini juga mengapresiasi kepada Bank Madiri dengan secara prinsip telah dapat menyetujui rencana pemangunan RMU di Jembrana.

”Tadi dari Bank Mandiri Pusat, provinsi dan kabupaten sudah langsung melakukan survey ke lokasi sudah disetujui. Namun, secara detail dan teknis terkait kapasitas dan kebutuhan lokasi dan perencanaan gedung masih kita sesuaikan. Tetapi CSR yang akan dibangun disini sudah sangat tepat,” tegasnya.

Terkait dengan teknis dari fisik bangunan, kata Bupati tidak saja semata dibangun RMU tetapi juga mengambil konsep tematik tourism. ”Seluruh bangunan yang nanti kita bangun ini sama sekali tidak mengambil dana dari APBD. Di sini bukan saja kita bicara RMU namun juga tematic tourism. Ini kita juga akan jadikan ekowisata,” pungkasnya. (ara,dha)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

3 × five =