BPKP Percepat Penghitungan Kerugian Pengadaan Masker Dinas Sosial

0
463
Kepala Perwakilan BPKP Bali Muhammad Masykur

KARANGASEM—Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Bali, semakin fokus melakukan penghitungan nilai kerugian negara terhadap perkara dugaan korupsi pengadaan 512 ribu pcs masker scuba Dinas Sosial tahun 2020. Kasus dugaan korupsi dengan nilai pengadaan Rp 2,9 Miliar, kini ditangani penyidik Kejari Karangasem.

Selain masih ngumpulkan bukti, proses penghitungan kerugian negara itu kini sedang dikebut. Bahkan dari penghitungan yang dilakukan, BPKP sudah menemukan titik terang, namun masih perlu disempurnakan lagi.

Kepala Perwakilan BPKP Bali, Mohammad Masykur, mengatakan, keseriusan tim investigasi dalam melakukan audit kerugian negara dalam perkara dugaan korupsi masker Dinas sosial, dibuktikan dengan menurunkan Koordinator Tim Investigasi Wilayah Timur, BPKP Pusat.

“Saat ini proses penghitungan masih berjalan. Masih ada beberapa bukti tambahan yang kami butuhkan untuk memastikan penghitungan keriguan negara yang kami lakukan agar benar-benar akurat,berdasarkan bukti yang ada,” terang Muhammad Masykur, ditemui usai memberikan pengarahan dalam Bimtek Plan Busines PDAM (Perumda Tirta Tohhlangkir) di Karangasem, Kamis (20/1/2022).

Penanganan perkara dugaan korupsi pengadaan masker Dinas Sosial,kata Masykur, BPKP Perwakilan Bali sejalan dengan penyidik Kejari Karangasem untuk mempercepat penyelesaian perkara tersebut.

“Tujuan kami (BPKP) dalam menyelesaikan perkara masker Dinas Sosial sejalan dengan penyidik Kejari Karangasem. Hasil audit belum keluar, bukan berarti kami menghambat penyelesaian perkara yang ada. Saat ini semuanya masih berproses,” terangnya.

Sementara itu, penyidik Kejari Karangasem kembali melakukan pemeriksaan pihak-pihak yang berkaitan dengan pengadaan masker tersebut. Pemeriksaan tidak sebatas pada mantan Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri dan Wabup I Wayan Artha Dipa. Pemeriksaan untuk mencari bukti tambahan juga dilakukan kepada pejabat KPUD dan Bawaslu Karangasem, serta empat orang Kepala Dusun di Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis.

Sampai saat ini, pemeriksaan saksi-saksi untukmencari bukti tambahan terus dilakukan. Bahkan mantan Kepala BPKAD Karangasem Sujana Erawan juga kembali diberiksa. Kabarnya,pria yang juga sempat menjadi Plt Sekda Karangasemitu akan menjalani pemeriksaan, Jumat (21/1/2022).

“KPU, Bawaslu dan empat kadus kami periksa, karena masker scuba Dinas Sosial dibagikan kemasyarakat saat tahapan PilkadaKarangasem dimulai,”terang Kasi Intel Kejari Karangasem I Dewa Gede Semara Putra.

Seperti diketahui, penyidik Kejari Karangasem sudah menetapkan tujuh orang tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan masker Dinas Sosial yang diperkirakan memunculkan kerugian sebesar Rp 2,6 Miliar. Tujuh tersanga itu penahanannya dititipkan di Polsek Kota Karangasem, Polsek Abang dan Polsek Bebandem. (wat/jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

nine + 9 =