Toast Arak di St Regis, Gubernur Koster Tak Ingin Ada Tengkulak Mengolok-olok Masyarakat

0
275
toast arak Bali
Gubernur Koster melakukan toast Arak Sandikala Cocktail dalam acara Marriott International Indonesia Supports by Bali for Bali yang berlangsung di The St Regis Bali Resort

KUTSEL – Gubernur Bali Wayan Koster melakukan toast Arak Sandikala Cocktail bersama President Director PT Indo Pacific Sheraton (Marriott) Ramesh Jackson dalam acara Marriott International Indonesia Supports by Bali for Bali yang berlangsung di The St Regis Bali Resort, Nusa Dua, Badung, Selasa (18/1/2022).

Toast tersebut juga diikuti Kepala Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali Trisno Nugroho, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, Bupati Karangasem I Gede Dana, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Bupati Jembrana I Nengah Tamba, dan Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Mayun.

Gubernur Koster menyampaikan rasa terimakasihnya kepada President Director PT. Indo Pacific Sheraton (Marriott). Karena menurut dia itu merupakan wujud nyata dari tindak lanjut terhadap pembicaraan pada 3 Desember 2021, yang difasilitasi Kepala Perwakilan BI Bali.

Ketika itu, kata dia, dilakukan penandatanganan kerjasama oleh Marriott untuk menggunakan produk lokal. Yakni berupa beras lokal dari Kabupaten Tabanan dan telur lokal dari Kabupaten Bangli.

“Saat acara itu juga saya menjamu Pak Ramesh dengan mencoba arak Bali. Saat itu saya menggoda beliau, ini tidak kalah dengan Soju Korea dan Sake Jepang. Bali punya arak Bali yang terkenal,” bebernya.

Acara tersebut juga dihadiri Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bali I Ketut Lihadnyana, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali I Wayan Jarta dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Bali Gede Pramana serta Sekda Tabanan.

Saat itulah, sambung Gubernur Koster, Ramesh Jackson mengungkapkan akan melaksanakan toast Arak Cocktail dalam rangka tahun baru, yang akhirnya terselenggara, Selasa (18/1/2022).

“Selain itu saya juga lanjut berdiskusi dengan Pak Ramesh, agar tidak hanya menggunakan beras Bali, telur Bali, dan arak Bali. Tapi gunakan juga produk lokal lain, seperti garam Bali, buah-buahan Bali, sapi Bali, ayam Bali, babi Bali, dan lainnya, termasuk pula sayur-sayuran Bali,” sambung gubernur jebolan ITB itu.

Arahan orang nomor satu di Pemprov Bali itupun katanya telah disanggupi oleh Ramesh. Sehingga Gubernur Koster mengaku sangat mengapresiasi komitmen tersebut.

“Ini merupakan awal dari promosi produk lokal Bali yang diatur dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali,” ucapnya.

Group Marriott, sambung Gubernur Koster, adalah benchmark bagi hotel lainnya. Karenanya dia berharap agar komitmen pemanfaatan produk lokal yang telah dilakukan oleh Group Marriott bisa diikuti oleh hotel-hotel lainnya.

“Kalau hotel sekelas Marriott pakai, saya kira hotel-hotel lainnya juga akan mengikuti,” tambahnya.

Lanjut Koster, momentum pandemi Covid-19 merupakan kesempatan terbaik untuk melihat totalitas keberadaan Bali. Baik itu menyangkut alamnya, manusianya, ataupun kebudayaannya. Yang mana, hal tersebut kini dijalankannya dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

“Dalam visi ini, juga terdapat wejangan dari leluhur kita di Bali yang tertuang dalam Lontar Batur Kalawasan. Yang salah satunya menyebutkan hidup yang menghidupi, urip yang menguripi. Jadi dalam hal inilah, semua pihak yang telah memakai brand nama Bali, dengan telah menghasilkan nilai ekonomi, tentu bagi kami memerlukan suatu prinsip keharmonisan dengan memperhatikan kearifan lokal Bali, serta bertanggung jawab menjaga manusia, alam, dan kebudayaan Bali. Kalau ini dijalankan, saya kira akan berkembang dan tumbuh secara harmonis, dan sejalan dengan tema G20 yakni ‘Recover Together, Recover Stronger’ atau Pulih Bersama, Bangkit Perkasa,” jelas mantan Anggota DPR-RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan itu, sembari meminta agar Group Marriott senantiasa meneruskan program penggunaan produk lokal Bali.

“Saya kira penghubung antara hulu dan hilir harus kita jaga. Yang jadi penjaga atau pelakunya adalah Perusda. Jangan tengkulak. Kita tidak inginkan ada tengkulak yang mengolok-olok masyarakat. Ingin mengambil kesempatan dan keuntungan terbesar, tapi masyarakat tetap susah,” tambahnya.

Sementara terpisah, President Director PT Indo Pacific Sheraton (Marriott) Ramesh Jackson dalam sambutan selamat datangnya menyampaikan terimakasih atas dukungan semua pihak selama ini. Ramesh melaporkan, saat ini Marriott International telah memiliki 23 hotel di Pulau Dewata dan pada April 2022 mendatang akan bertambah 1 lagi sehingga menjadi 24 hotel. Karena itu, Ramesh Jackson dihadapan Gubernur Bali menyampaikan pertemuan bertajuk Marriott Internasional Indonesia Support by Bali for Bali dilaksanakan sebagai tindaklanjut atas kerjasama yang telah terjalin pada 3 Desember 2021 yang lalu di Jaya Sabha, Denpasar.

“Kerjasama tersebut berkaitan dengan penggunaan beras bali, telur bali serta beberapa item lainnya yang nantinya akan dimanfaatkan oleh Marriott Internasional group,” sebutnya seraya menyatakan berkomitmen untuk terus memanfaatkan produk lokal Bali dalam operasional Group Marriott International. (adi/jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

twenty − four =