Rutan Negara Dicanangkan Jadi Rutan Bersinar

0
159
Rutan Negara memdapatkan penghargaan dari BNNP dalam upaya Rutan Bersinar.
Rutan Negara memdapatkan penghargaan dari BNNP dalam upaya Rutan Bersinar.

JEMBRANA – Rumah Tahanan Kelas IIB Negara di Kelurahan Baler Bale Agung Kecamatan Negara mempertegas komitmen bebas narkoba.

Pencanangan Rutan Negara Bersih dari Narkoba (Rutan Bersinar) berlangsung, Kamis (13/1/2022) dihadiri Kepala Badan Nasional Narkotika (BNN) Provinsi Bali Brigjen Pol. Gde Sugianyar Dwi Putra, Kepala Ombusdman Republik Indonesia (ORI) Bali Umar Ibnu Alkhatab serta jajaran Forkopimda Kabupaten Jembrana.

Kepala Rutan Kelas IIB Negara Bambang Hendra Setyawan menjelaskan, pencanangan Rutan Kelas IIB Negara menjadi Rutan Bersinar merupakan tindak lanjut dari gerakan bebas narkoba, handphone dan pungli yang digelar rutin meliputi warga binaan maupun petugas di Rutan. Puncaknya razia yang dilakukan masal akhir 2021 lalu.

“Hari ini kami mendapatkan penghargaan dari BNNP untuk Rutan Negara dalam upaya Rutan Bersinar. Tentunya dengan kegiatan ini merupakan awal, untuk tindak lanjut ke depan sekaligus wujud komitmen kami seluruh jajaran, petugas dan warga binaan say no to drug,” jelasnya.

Lebih jauh Bambang Hendra menjelaskan, dalam upaya ini perlu pengawalan dan dukungan dari seluruh pihak. Upaya Rutan Negara melalui Rutan Bersinar ini terus berkesinambungan dan tidak berhenti.

“Tentunya masih ada kekurangan, sekaligus masukan dari seluruh komponen. Upaya kami menjadikan rutan bebas narkoba,” jelasnya.

Sementara penghargaan diserahkan Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol. Gde Sugianyar Dwi Putra kepada Kepala Rutan Kelas IIB Negara.

Pada kesempatan itu, Brigjen Sugianyar menambahkan perlunya meningkatkan upaya rehabilitasi bagi para pecandu atau penyalahguna ke depannya. Sebab hampir sebagian lapas maupun rutan, banyak merupakan kasus narkoba.

“Ini merupakan bagian tanggung jawab kita semua untuk rehabilitasi. Baik itu instansi pemerintah, BNN, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Sosial. Ada juga dari komponen masyarakat atau swasta, yang penting ada standarisasi yang ditentukan dalam rehabilitasi,” tegasnya.

Tahun 2021, lanjutnya, BNN Provinsi Bali melakukan rehabilitasi hampir 1.000 orang dalam satu tahun. Mantan Kabid Humas Polda Bali ini mengharapkan di tahun 2022 rehabilitasi lebih meningkat.

“Rehabilitasi yang dilakukan bisa dilakukan di Rutan Negara. Kalau hasil assesment ada masih pecandu atau penyalahguna yang harus direhabilitasi,” imbuhnya. (ara,dha)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

6 − one =