Desa Batubulan Kangin Larang Toko Modern, ‘Biar Warung Meme-meme Terus Hidup’

0
531
Perbekel Batubulan Kangin Wayan Alit Putra Atmaja.
Perbekel Batubulan Kangin Wayan Alit Putra Atmaja.

GIANYAR – Wilayah Desa Batubulan Kangin, Gianyar, menjadi jalur yang selama ini cukup ramai dilalui kendaraan. Bila diamati, sepanjang kawasan tersebut tidak ditemukan toko modern berjejaring.

Aparat desa setempat memang menerapkan aturan larangan pendirian toko modern. ” Di desa saya memang ada larangan untuk toko modern. Maaf, kalau toko modern ada, pedagang tradisional pasti mati. Dengan kebijakan ini, minimal ekonomi berputar ketika banyak pedagang pribumi yang berjualan,”tegas Perbekel Batubulan Kangin Wayan Alit Putra Atmaja, Kamis (13/1/2022).

Larangan toko modern berlaku di semua banjar di Batubulan Kangin yaitu Banjar Puseh, Banjar Tangkeban, Banjar Kenanga, Banjar Tampad, Banjar Buda Ireng, Banjar Delod Rurung, Banjar Dajan Rurung, Banjar Mula dan Banjar Batu Aji.

Meski menganggap kebijakannya tidak populer, tapi semuanya merupakan prinsip konsistensi dari desa serta para kepala desa terdahulu.
“Setiap ada yang mau buka toko modern kami tolak. Tujuannya sederhana biar warung meme-meme (ibu-ibu) saya di desa terus hidup,” ujarnya.

Ia mengaku kebijakan tersebut mendapat dukungan penuh dari masyarakat.

“Masyarakat terutama anak-anak muda sudah memahami makdus dan tujuan kami. Edukasi sudah melekat tentang larangan toko modern. Ini menjadi tauladan dari perbekel terdahulu yaitu Jro Mangku Swarjaya,” ungkapnya. (jay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

nineteen − 9 =