Dijagokan Jadi Ketum KONI Bali, Ini Jawaban Artha Widnyana

0
166
Nyoman Artha Widnyana (wb/ari)

DENPASAR – Dikabarkan didukung maju menjadi Ketua Umum (Ketum) KONI Bali mendatang, Ketum KONI Buleleng Nyoman Artha Widnyana menolak halus. Padahal masa jabatannya juga bakal habis untuk dua periode pada Desember mendatang. Beberapa pertimbangan yang membuat Artha Widnyana menolak halus.
Menurut Artha Widnyana, petimbangan dirinya mengambil langkah tersebut tak lain yakni karena ingin istirahat dan fokus kepada keluarga besarnya.

“Ya saya bukan bagaimana, sekali lagi saya kebetulan menjadi kepala keluarga besar dan harus stand by di Singaraja. Selain itu banyak figur-figur serta tokoh-tokoh olahraga yang lebih kompeten dari saya. Serta tanpa mengecilkan dukungan teman-teman ke saya, saya mohon maaf dan kami berikan kesempatan untuk mereka yang berkompeten,” jelas Artha Widnyana saat dikonfirmasi Minggu (27/11/2021).

Lantas figur seperti apa yang tepat sebagai Ketum KONI Bali? Artha Widnyana mengutarakan, intinya Ketum KONI Bali merupakan motor agar olahraga semakin maju dan berprestasi.

“Memang parameternya ranking di PON jadi selama era pak Suwandi luar biasa dari ranking 9, di PON Jawa barat menjadi ranking 6 dan di Papua naik menjadi ranking 5 dengan perolehan medali naik dari 20 menjadi 28. Ini prestasi yang luar biasa dan memang harapan masyarakat seperti itu,” tegasnya.

Meski demikian, tetap harus dilihat proses perolehan medali terakhir di PON Papua seperti Jawa Barat, Jawa Timur atau DKI Jakarta dan Papua raihan emas cukup banyak.

“Namun semua itu jika kita ingin ranking tinggi dan meraih emas banyak tetap harus berproses dan perlu waktu. Memang untuk mencapai semua itu kalau 4 tahun ke depan masih berat untuk melewati the big four apalagi PON selanjutnya ada 2 tuan rumah,” urai Artha Widnyana.

Jadi versinya, kalau semua itu menjadi parameter maka semua orang tidak berani menjadi Ketum KONI Bali.

“Realitanya Ketum harus tetap ada dan siapapun dia memiliki komitmen bisa memajukan prestasi olahraga yang lebih tinggi dan tidak hanya acuan PON saja, Kalaupun kita tidak bisa tembus 4 besar PON nantinya tapi bisa tembus SEA Games, Asian Games, Olimpiade bahkan Kejuaraan Dunia itu tidak masalah karena itu jugaprestasi. Jangan hanya terpaku dari PON saja melainkan juga di even-even kaliber internasional maupun dunia. Itu yang penting,” tutup Artha Widnyana. (ari/jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

15 − nine =