Belasan UMK Terima Bantuan Gerobak Motor Listrik, PLN : Lebih Hemat dan Ramah Lingkungan

0
146

DENPASAR – Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN berinovasi dalam mengembangkan program gerobak motor listrik untuk meningkatkan produktivitas usaha mikro kecil (UMK) dan tentunya dapat menghemat bahan bakar serta ramah lingkungan.

Di Bali, bantuan gerobak motor listrik atau molis booth senilai Rp 751.132.800 diserahkan Direktur Utama PLN (Persero), Zulkifli Zaini kepada 11 pelaku UMK yang tersebar di masing-masing kabupaten. “UMK merupakan salah satu garda terdepan dalam pembangkit ekonomi masyarakat, apalagi setelah pandemi. Oleh karena itu, PLN Peduli secara nasional menyiapkan 77 unit molis booth senilai total Rp 5 miliar khusus untuk membantu para pelaku UMK agar dapat meningkatkan produktivitas,” ujar Zulkifli Zaini, Selasa 26 Oktober 2021.

Zulkifli berharap moda transportasi gerobak motor listrik itu mampu mendorong kendaraan listrik berbasis baterai sebagai solusi transportasi yang zero pollution sehingga menarik minat masyarakat untuk beralih dari kendaraan konvensional berbahan bakar minyak ke listrik.

Sementara, General Manager PLN UID Bali, I Wayan Udayana menjelaskan, penyerahan gerobak motor listrik dimaksudkan untuk membantu meningkatkan omzet UMK di tengah pandemi Covid-19 melalui strategi perluasan pemasaran dan efisiensi operasional dengan memanfaatkan kendaraan yang lebih ramah lingkungan.

“Melalui penyaluran bantuan ini, kamki berharap UMK dapat meningkatkan perekonomiannya sekaligus berkontribusi terhadap penggunaan moda transportasi yang green atau lebih bersih,” harap Udayana.

Udayana menjelaskan, demi mencapai tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), PLN mencanangkan program yang berbasis pada Creating Shared Value (CSV), yakni dalam berbisnis juga memperhatikan masalah dan kebutuhan sosial dalam perancangan strategi perusahaan. “Dalam menjalankan bisnisnya, PLN juga menciptakan manfaat bersama masyarakat, dengan tujuan untuk memberikan dampak positif bagi perusahaan dan masyarakat,” jelasnya.

“Tujuan SDGs yang ingin dicapai antara lain tanpa kemiskinan, mencapai kesetaraan gender, memperoleh pekerjaan yang layak dan peningkatan perekonomian serta kemitraan yang bertanggung jawab untuk mencapai tujuan,”imbuhnya.

Salah seorang pelaku UMK, Made Liyadi mengucapkan terima kasih kepada PLN atas bantuan gerobak motor listrik. Ia merupakan pemilik usaha Ma’ira yang mengolah berbagai makanan seperti abon ayam, abon ikan, dana bon papaya serta berbagai keripik di Buleleng.

Liyadi mengaku selama ini pemasaran usahanya hanya di lingkungan sekitar tempat tinggalnya. “Kami merupakan pelaku usaha yang memasarkan produk dengan berjualan keliling. Dengan bantuan ini, sekarang dapat memperluas pemasaran sekaligus meningkatkan penjualan sehingga produk kami makin dikenal masyarakat,” ucapnya.

UMK lain yang menerima bantuan yaitu Arminta Sari Kedelai, Warung Andira, Rare Bali, Warung Bu Rena, Keripik Sari Tahu, Warung Sri Tanjung, Warung Dewi Sri, Warung Gita Jaja Bali, Kantin Bu Nur, dan Warung Kenak. Belasan UMK ini bergerak di bidang pengolahan makanan yang tersebar di masing-masing kabupaten. (sur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five + eighteen =