Sulap Limbah Jadi Kerajinan ekspor

0
281
Wabup Patriana Krisna mengunjungi rumah workshop yang mengolah limbah jadi kerajinan berorientasi ekspor

JEMBRANA-Hasil kreatif rumah workshop di Desa Pulukan, Kecamatan Pekutatan sudah jadi komoditi ekspor. Melalui tangan terampil para pekerjanya, mampu mengolah limbah kayu dan barang yang tak terpakai menjadi berbagai produk kerajinan tangan hingga keperluan rumah tangga yang memiliki nilai ekonomis tinggi, bahkan sampai menembus pasar ekspor.

Hal ini mendapat  apresiasi Wabup I Gede Patriana Krisna, saat mengunjungi langsung rumah workshop di Desa Pulukan Senin 18 Oktober 2021.Di rumah workshop yang mempekerjakan puluhan karyawan, Wabup Patriana melihat langsung mulai proses pengumpulan bahan baku, pembuatan hingga menjadi barang yang memiliki nilai jual.

“Saya sangat mengapresiasi terhadap ide dan gagasan di rumah workshop ini. Bayangkan, barang bekas dan limbah yang tidak bernilai, mampu disulap menjadi barang mempunyai nilai jual tinggi. Ini ide sangat luar biasa dan kreatif,” ungkapnya.

“Kehadiran rumah workshop didesa Pulukan selain dapat membuka lapangan pekerjaan, berikut menambah peningkatan perokonomian masyarakat, utamanya di Pulukan,”Imbuh Wabup Patriana.

Lebih lanjut Wabup Patriana mengharapkan kedepan rumah workshop, lebih inovasi lagi dalam menghasilkan produk-produk yang dihasilkan. Kedepan agar berinovasi pada produk-produknya.

“Tentu selain mutu dan kwalitas, kualitas sebuah produk yang harus dijaga, juga diperlukan menciptakan produk baru yang sesuai dengan minat pasar maupun pangsa ekspor,” harapnya.    

Sementara, Heri Sutiawan menuturkan, rumah workshop yang didirikan bergerak pada bidang kerajinan (handycraft)

“Dengan konsentrasi pada pengolahan limbah-limbah atau barang-barang yang tidak terpakai, untuk kemudian diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual,” ungkap Sutiawan sekaligus pemilik  rumah workshop. (ara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

fifteen − 2 =